Panasonic Gobel Indonesia: Kepercayaan Pemangku Kepentingan Tidak Bisa Dibeli
Era digital saat ini, yang ditandai dengan masifnya penggunaan media sosial, memberikan peluang dan tantangan tersendiri. Salah satunya, dalam membangun dan menjaga reputasi perusahaan.
“Informasi tersebar dengan begitu cepat melalui media sosial, dan setiap tanggapan atau ulasan dari pelanggan dapat langsung memengaruhi persepsi masyarakat terhadap merek peruahaan,” kata Arif Rachmat Gobel, Assistant Vice President PT Panasonic Gobel Indonesia.
Konsisten dan Autentik
Menurut Arif, tantangan terbesarnya ialah memastikan bahwa pesan yang disampaikan tetap konsisten dan autentik di tengah arus informasi yang begitu deras. “Kami juga harus bersikap proaktif dalam memantau isu-isu yang berkembang dan siap merespons dengan cepat, terutama dalam menangani misinformasi atau komentar negatif yang berpotensi merusak citra perusahaan. Oleh karena itu, kami menganggap pentingnya kehadiran digital yang kuat dan tim yang terlatih untuk mengelola reputasi ini sebagai prioritas,” katanya tandas.
Tantangan tersebut direspons oleh manajemen Panasonic Gobel dengan menjalankan strategi membangun reputasi yang didasarkan pada tiga pilar utama, yakni inovasi, keterbukaan, dan tanggung jawab sosial.
“Inovasi adalah inti dari apa yang kami lakukan. Kami terus berusaha menghadirkan produk berkualitas tinggi yang tidak hanya memenuhi, tetapi juga melampaui harapan konsumen. Contohnya, teknologi Nanoe X dan Prime Fresh yang telah disematkan pada produk AC, air purifier, dan lemari es guna meningkatkan kualitas udara dan menjaga kesegaran makanan yang baik bagi kesehatan,” Arif menjelaskan.
Selain itu, Panasonic Gobel pun memastikan komunikasi yang terbuka dengan publik dan pemangku kepentingan, melalui media, acara, dan kampanye yang terintegrasi. Dalam hal keterbukaan, Panasonic aktif berpartisipasi dalam program Kid Witness News (KWN) Global Summit 2024. Program ini melibatkan anak-anak muda dari seluruh dunia untuk menampilkan karya kreatif mereka sekaligus berbagi pandangan tentang isu-isu sosial.
Ada pula acara Panasonic Gobel bernama ART with Heart, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk mendorong kreativitas anak-anak dan remaja disabilitas dalam mengeksplorasi seni sebagai media ekspresi. “Program ini memberikan ruang bagi generasi muda untuk berekspresi melalui seni visual, musik, dan teknologi, menciptakan kesadaran terhadap isu sosial dan lingkungan, sekaligus membangun kepercayaan diri mereka,” ungkap Arif.
Dorong Prinsip Kesetaraan
Panasonic Gobel juga mendukung prinsip kesetaraan dan human equity, dengan mendorong kaum difabel untuk bekerja dan berkarya. “Melalui berbagai inisiatif yang inklusif, perusahaan berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang ramah bagi penyandang disabilitas, memberikan pelatihan keterampilan, dan menyediakan akses serta kesempatan yang setara,” anak kedua Rachmat Gobel ini memaparkan.
Menurut Arif, hal itu mencerminkan visi perusahaan untuk memberdayakan semua individu tanpa diskriminasi, memastikan setiap orang dapat berkontribusi secara maksimal bagi komunitas dan lingkungannya. Inisiatif seperti ART with Heart tidak hanya menunjukkan komitmen Panasonic Gobel terhadap kreativitas dan pendidikan, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai perusahaan yang berorientasi pada keberlanjutan sosial, menjunjung tinggi inklusivitas, dan memberikan dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dan, terakhir, manajemen Panasonic Gobel percaya bahwa tanggung jawab sosial (CSR) merupakan fondasi penting dalam membangun reputasi yang kuat. Karena itu, perusahaan berfokus pada program CSR yang berdampak nyata, seperti donasi produk dan program pendidikan.
“Dengan strategi ini, kami tidak hanya menciptakan citra yang positif, tetapi juga membangun kepercayaan jangka panjang dengan masyarakat. Bahkan, dalam pelaksanaannya, Panasonic Gobel telah bekerjasama dengan kementerian untuk mengintegrasikan program CSR,” Arief menerangkan.
Sebagai contoh, Panasonic Gobel telah melaksanakan berbagai inisiatif CSR yang berdampak positif bagi masyarakat. Salah satunya, program Light Up with Heart. Dalam pogram ini, Panasonic Gobel mendistribusikan ratusan unit solar lantern ke desa-desa terpencil di Indonesia, antara lain desa-desa di Bangka-Belitung, Cianjur, dan Lombok ―selanjutnya, akan ada donasi solar lantern di Banten dan Sumba.
Program tersebut bertujuan menyediakan penerangan yang berkelanjutan di daerah-daerah yang kekurangan akses listrik. Sehingga, akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.
Dalam membangun reputasi perusahaan, Arif menegaskan, bagaimanapun, kualitas produk menjadi prioritas utama Panasonic Gobel. Dan, untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, perusahaan selalu memulai dari mendengarkan apa yang mereka butuhkan.
“Melalui riset pasar dan umpan balik yang kami terima, kami terus mengembangkan produk yang relevan dengan kebutuhan mereka, baik dari sisi teknologi maupun fungsi,” katanya.
Sementara itu, untuk memastikan karyawan memiliki kompetensi yang diperlukan, Panasonic Gobel rutin menyelenggarakan program pelatihan. Arif mencontohkan, pada Februari 2023 perusahaannya mengadakan Sertifikasi Kompetensi Asesor bagi tim layanan dan teknisi. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan optimal kepada konsumen.
Dan, untuk mengukur sejauh mana pelanggan puas dengan layanan Panasonic Gobel, perusahaan ini secara rutin juga menyelenggarakan survei kepuasan pelanggan.
Tak Bisa Dibeli
Bagi Arif, kepercayaan para pemangku kepentingan merupakan hal yang tidak bisa dibeli, dan Panasonic Gobel berusaha keras untuk terus mendapatkannya setiap hari. “Kami menjalankan bisnis dengan penuh transparansi, mengikuti semua aturan hukum dan etika bisnis yang berlaku. Kami juga selalu berusaha menyampaikan informasi secara jujur, baik kepada masyarakat, media, maupun pemangku kepentingan lainnya,” dia menegaskan.
Lebih dari itu, Panasonic Gobel juga aktif menjalin dialog dengan komunitas, pemerintah, dan mitra bisnis untuk membangun hubungan yang saling menguntungkan. “Kepercayaan ini tidak hanya menjadi landasan bagi keberlanjutan bisnis kami, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat yang kami layani,” kata Arif.
Arief mengakui, keberhasilan dalam membangun reputasi memberikan dampak yang luar biasa bagi Panasonic Gobel. Yaitu, peningkatan loyalitas pelanggan yang signifikan, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kinerja perusahaan.
Di sisi lain, tingkat turnover karyawan juga menjadi lebih rendah. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan merasa nyaman dan bangga menjadi bagian dari perusahaan ini.
“Reputasi yang baik juga memudahkan kami dalam menarik talenta terbaik untuk bergabung. Dengan fondasi reputasi yang kuat, kami percaya bahwa Panasonic Gobel Indonesia dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” kata Arif. (*)