Achmad Zaky Benamkan Investasi di Preschool Happy Hope Berbasis Islam
Kepedulian technopreneur Achmad Zaky terhadap dunia pendidikan sangat tinggi. Terbaru, Zaky yang kini menggeluti bisnis venture capital berbendera Init-6 dan mengelola Yayasan Achmad Zaky Foundation menyuntikkan modal ke platform BATAS. Investasi ini merupakan langkah strategis untuk mendukung BATAS sebagai platform pendidikan holistik yang tidak hanya menekankan pada skill akademis, tetapi juga pengembangan kemampuan teknologi, seni, sains, dan olahraga dengan mengacu pada nilai-nilai Al-Quran.
Sebelumnya, BATAS berperan sebagai platform komprehensif yang menggunakan metode Fun Learning untuk mengenalkan anak - anak dan orang tua dengan pembelajaran Al - Quran. Namun, setelah mendapatkan perkembangan yang positif dalam beberapa tahun belakangan, BATAS ingin berekspansi dalam memperluas peran dan posisinya sebagai Faith-Based Education and Educative Entertainment.
BATAS mendirikan Preschool Happy Hope siap memulai kelas belajar di bulan Januari 2025 untuk kelas anak usia dini mulai dari usia 1-7 tahun. Kelas belajar ini terdiri dari kelas Seedling Tots (usia 1-2 tahun), Tiny Roots (2-3 tahun), Early Bloomers (3-5 tahun) dan Junior Learners (5-7 tahun). Happy Hope menggandeng IEYC (International Early Years Curriculum) dari Inggris sebagai kurikulum pembelajaran dan menjadikan Faith Based Education sebagai pilar utama pembelajaran.
Untuk mensinergikan antara edukasi formal dan non-formal, BATAS juga meluncurkan BATAS Learn & Play sebagai after school program dengan menghadirkan kelas - kelas pengembangan bakat anak seperti quran learning, arabic class, math, halal cooking, tahfidz, swimming, robotic, coding, speaking academy, digital art yang semuanya berlokasi di ekosistem BATASpace, Jalan Amera Raya, Jakarta Selatan.
Dalam acara Islamic Wonder yang dihadirkan BATAS untuk memperkenalkan ekosistem edukasi kepada publik, Issyarah Feah, CEO & Pendiri BATAS mengatakan, tujuan didirikannya BATAS adalah untuk membentuk golden generation yang akan menciptakan dampak yang luas pada masyarakat dan bangsa Indonesia. BATAS menilai pendidikan anak usia dini adalah fondasi utama, terutama di usia 0 - 7 tahun.
“Hal ini dikarenakan otak anak berkembang dengan cepat selama tahun - tahun formatif ini, membentuk perkembangan kognitif, emosional, dan sosial. Dengan hadirnya ekosistem BATAS, anak dan orang tua akan bertumbuh bersama - sama, menjadikan islam sebagai landasan pengembangan akademis dan non akademis anak - anak untuk mencetak generasi emas bangsa Indonesia,” jelas Issyarah.
Hal senada juga disampaikan oleh Fadzillah yang didapuk sebagai Kepala Sekolah Happy Hope International Pre School. Menurutnya, Happy Hope Preschool merupakan bagian dari ekosistem BATAS untuk menghadirkan institusi pendidikan yang menyeimbangkan perkembangan akademis dan diri anak - anak. Di Happy Hope, anak akan diajarkan sesuai dengan fitrahnya untuk mengembangkan aspek untuk diri sendiri, keluarga, lingkungan, dan masyarakat yang sesuai dengan ajaran Islam.
Happy Hope juga menggandeng IEYC (International Early Years Curriculum) sebagai kurikulum pembelajaran untuk mendukung aspek kompetitif akademis anak. Tujuannya adalah mencetak generasi yang memiliki kestabilan emosional, terhubung intelektual, cerdas spiritual dan memiliki fisik yang kuat.
Dalam ekspansi memperluas ekosistem BATAS, Achmad Zaky Foundation masuk sebagai mitra strategis. Keputusan Zaky untuk berinvestasi bersama berawal dari keyakinan yang mendalam terhadap tujuan BATAS untuk membentuk golden generation yang akan berkontribusi pada masa depan Indonesia.
“Kami ingin menciptakan ekosistem pendukung yang holistik bagi anak dan orang tua yang akan memaksimalkan potensi unggul yang dimiliki oleh anak - anak Indonesia. Dalam berinvestasi, kami mempertimbangkan beberapa hal, seperti siapa founder-nya, bagaimana model bisnisnya serta apa saja inovasi atau terobosannya,” ungkap Zaky di Jakarta, Sabtu (14/12/2024). Nilai investasi tidak disampaikan olehnya.
Sebelumnya Zaky juga menjadi investor platform Educa. Aplikasi teknologi pendidikan ini diinisiasi oleh mahasiswa dan alumni ITB. Educa dibangun sebagai platform berlatih (try out) siswa menghadapi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan Ujian Seleksi Mandiri calon mahasiswa di berbagai universitas. Bagi Zaky, Educa mengingatkannya pada pengalaman belasan tahun lalu ketika membangun Bukalapak dari nol. Dengan bantuan teknologi, Init-6 berharap dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia lewat Educa.
Selain Batas dan Educa, Zaky juga menjadi investor di platform Dibimbing.id dan Cakrawala University yang membuka jalan baru dalam pendidikan dan pengembangan karier. Melalui program bimbingan belajar dan pelatihan karier yang komprehensif, mereka membekali generasi muda dengan keterampilan praktis yang relevan dengan industri.
Kolaborasi Dibimbing.id dan Cakrawala University tersebut tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap kerja, tetapi juga memupuk semangat inovasi dan kompetensi yang tinggi, menjawab kebutuhan pasar tenaga kerja yang terus berkembang. Hingga kini, Dibimbing.id telah membimbing lebih dari 2.000 peserta bootcamp dengan tingkat keberhasilan penyaluran kerja mencapai 94%. (*)