Jual-Beli Kepemilikan Saham di RS Siloam (SILO), Ini Perubahan Jumlah Saham Asing Sekarang
Sejumlah pemegang saham asing terhadap PT Siloam Internasional Hospitals Tbk atau Rumah Sakit Siloam (SILO), Sight Investment Company Pte Limited dan Prime Health Company Limited, melakukan transaksi pembelian dan penjualan kepemilikan saham di rumah sakit yang terafiliasi dengan Mochtar Riady, pendiri Lippo Group.
Lebih rinci, transaksi jual-beli saham tersebut dilakukan pada 11 Desember 2024 lalu. Pertama, perusahaan investasi asal Singapura, Sight Investment Company Pte Limited membeli 1,04 miliar saham di harga Rp2.850 per lot. Sehingga, transaksi pembelian ini menghabiskan dana sebesar Rp2,97 triliun, dengan tujuan untuk investasi di SILO.
Adapun persentase saham yang ditransaksikan sebesar 8,04%, sehingga kepemilikan Sight Investment di SILO bertambah menjadi 63,44% atau 8,25 miliar saham. Sebelumnya, Sight Investment memiliki 7,20 miliar saham atau sebesar 55,4%.
Kedua, perusahaan asing yang berbasis di Kepulauan Cayman, Prime Health Company Limited melakukan penjualan saham sebanyak 1,04 miliar saham pada 11 Desember 2024 di harga Rp2.850. Sehingga, perusahaan tersebut akan meraup dana sebesar Rp2,97 triliun.
“Tujuan transaksi adalah untuk divestasi saham,” ujar Direktur Prime Health Company Limited, Andy Purwohardono dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (17/12/2024).
Adapun persentase saham yang ditransaksikan sebanyak 8,039% saham, sehingga membuat Prime Health Company Limited mengurangi sahamnya di SILO menjadi nol.
Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek yang berakhir pada 30 November 2024, pemegang saham mayoritas di SILO masih dikuasai Sight Investment selaku pengendali, dengan porsi 55,4% atau sebanyak 7,20 miliar saham. Kemudian, disusul oleh PT Megapratama karya sebanyak 2,67 miliar saham atau 20,6%. Terakhir adalah Prime Health sebanyak 1,04 miliar saham atau 8,04%.(*)