Bayar Klaim Rp2,4 Miliar, BRI Insurance Amankan Dunia Usaha dari Kerawanan Bencana Alam
Negara kita rentan bencana alam, sudah sepatutnya mitigasi diperkuat di berbagai lini. Di samping hal utama, yakni keselamatan diri, jaring pengaman perekonomian diantaranya aset usaha juga diperlukan. Salah satunya, mengamankan kerugian usaha masyarakat yang terdampak. Pun, bencana alam dapat melumpuhkan aktivitas ekonomi, karena bisa menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi para pelaku usaha, di berbagai wilayah Indonesia.
Di tengah rawannya kondisi bencana alam, BRI Insurance (BRINS) baru saja membuktikan komitmennya dengan menyerahkan klaim 'Asuransi Gempa Bumi' sebesar Rp2,4 miliar kepada PT Surya Pasifik Indonesia QQ CV Anda Jaya Prima yang merupakan nasabah BRI bergerak pada bidang usaha biji pala dan hasil bumi lainnya, yang mengalami kerugian pada bangunan gudang dan stock barang berupa bahan produksi biji pala serta hasil bumi lainnya, akibat dari erupsi eksplosif Gunung Ruang di Sitaro, Sulawesi Utara pada April 2024 lalu.
Klaim ini diserahkan baru-baru ini oleh Entis Sutrisna selaku Pimpinan Cabang BRI Insurance Manado diketahui oleh Pimpinan Regional Office Manado dan Regional SME Banking Head Manado, serta diserahkan langsung kepada nasabah atas nama PT Surya Pasific Indonesia.
"Saya mewakili jajaran Manajemen BRI Insurance, turut prihatin atas musibah yang dialami oleh nasabah kami. Dan kami sudah menjalani tanggungjawab serta komitmen dengan melakukan pembayaran klaim kepada nasabah yang terdampak bencana alam tersebut. Semoga bantuan klaim dari BRINS bermanfaat untuk menjalani usahanya kembali", jelas Entis.
Entis juga mengatakan bahwa pembayaran klaim berupa santunan sudah diserahkan kepada sekitar 226 nasabah asuransi mikro yang merupakan nasabah BRI, yang terdampak atau mengalami kerugian akibat gempa tektonik imbas letusan Gunung Ruang, dengan total nominal sekitar Rp1,1 miliar.
Hal ini juga mengingatkan kita semua yakni tanpa jaring pengaman seperti asuransi, perekonomian bisa merosot karena usaha-usaha lokalnya mengalami kerugian besar ditambah tidak dapat me-recovery akibat gempa. Kegiatan produksi bisa terhenti, pekerjanya berhenti, daya beli turun, perekonomian di sana bisa lumpuh negeri yang rawan bencana alam, memiliki asuransi yang bisa mengamankan usaha dari kerugian akibat bencana bukanlah sekadar pilihan, melainkan keharusan. Dengan demikian, kelangsungan bisnis dapat terjaga dan perekonomian nasional pun dapat lebih stabil.
Melalui konfirmasi, Tjan Hok Sin selaku Direktur PT Surya Pasifik Indonesia mengatakan bersyukur atas bantuan dari pihak Bank BRI dan BRI Insurance yang telah merespons cepat laporan klaim darinya.
"Saya berterima kasih kepada Bank BRI maupun BRI Insurance yang telah merespon cepat hingga membantu melakukan proses klaim dari kami secara profesional, mudah dan tidak terlalu lama hingga proses pembayaran klaim kami terima," ujar ucap Tjan.
Sementara itu, dari informasi yang beredar BNPB menilai selain potensi bencana alam letusan gunung merapi dan gempa bumi di Sulawesi serta bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sukabumi, Jawa Barat pada 3 Desember 2024 terjadi akibat tingginya intensitas hujan di penghujung tahun.
Pada sisi lain, menurut BMKG, kondisi ini merupakan tahap awal. Diperkirakan akan terus terjadi hingga puncaknya pada Januari 2025, sehingga kondisi seperti ini patut diwaspadai oleh berbagai lapisan Masyarakat di seluruh Indonesia baik dalam mengamankan keselamatan dirinya maupun aset berharga lainnya. (*)