Strategi Jamkrindo Dorong Pertumbuhan UMKM di Bali

Foto : Pemimpin Wilayah Jamkrindo Denpasar, Trio Witarko

PT Jamkrindo Kanwil Denpasar mencatatkan penjaminan kepada 243.109 UMKM dengan volume penjaminan senilai Rp17,3 triliun. Adapun wilayah operasional Jamkrindo Kantor Wilayah Denpasar meliputi wilayah Denpasar, Kupang, Mataram, dan Sumbawa besar.

Pemimpin Wilayah Jamkrindo Denpasar, Trio Witarko menyampaikan bahwa sekitar 70% porsi penjaminan diserap untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR)."Kami berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan memperkuat aksesibilitas finansial bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bali," ucapnya saat dijumpai swa.co.id di Denpasar, Bali, Selasa (17/12/2024).

Dia menjelaskan bahwa akses terhadap pembiayaan menjadi salah satu tantangan terbesar bagi UMKM. Layanan penjaminan Jamkrindo hadir untuk menjembatani lebih banyak UMKM mengakses permodalan. “Melalui produk penjaminan kredit, Jamkrindo membantu pelaku UMKM yang mengalami kesulitan ketiadaan atau kekurangan agunan atau selama ini belum mendapatkan akses ke modal perbankan (unbankable), sehingga bisa memperoleh pinjaman atau pembiayaan dari lembaga keuangan,” ujarnya.

Oleh karena itu, untuk membantu pelaku UMKM dalam mendapatkan dukungan permodalan dan meningkatkan daya saing bisnis mereka, Jamkrindo aktif melakukan pendampingan UMKM di Wilayah Bali. Selain memberikan pendampingan, pihaknya juga aktif melakukan pelatihan dan workshop guna meningkatkan kompetensi para pelaku UMKM.

Adapun materi-materi yang disampaikan seperti perencanaan keuangan, penggunaan adopsi pemasaran digital dan sebagainya. Ke depan, Jamkrindo berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program pendampingan dan layanan penjaminan ke seluruh sektor usaha strategis di Bali. Fokus ini sejalan dengan misi dari Kementerian BUMN untuk menumbuhkembangkan dan memperkuat ekosistem UMKM.

“Dengan kombinasi antara layanan penjaminan kredit, pendampingan usaha, dan kolaborasi berbagai pihak dalam memajukan UMKM, Jamkrindo optimistis UMKM Bali dapat tumbuh lebih mandiri, inovatif, dan berdaya saing global,” ujarnya.

Beberapa pendampingan telah dilakukan antara lain di sektor industri kerajinan dan juga Pertanian. Di bidang kerajinan misalnya, Jamkrindo mendampingi pengrajin kain gringsingan, Kadek Trisnawati, untuk meluaskan pasarnya dengan mengikutsertakan Tris Shop, usaha milik Kadek trisnawati, pada pameran-pameran besar. Adapun sebagai berkomitmen untuk bisa membantu sektor pertanian, Jamkrindo melakukan pembinaan dan pendampingan kelompok petani kopi di Kintamani, Bangli, Bali.(*)

# Tag