Kisah Pedjoeang Batik Pelopori Batik Tulis Berkancing Emas Pertama di Dunia
Brand kemeja batik tulis Pedjoeang Batik berhasil meraih Rekor MURI sebagai ‘Pelopor Batik Tulis Berkancing Emas Pertama di Dunia’. Di produk kemeja tersebut, disematkan emas murni 24 karat dengan berat sekitar 4 gram dan berjumlah 13 kancing. Kreativitas inilah yang membedakan produk Pedjoeang Batik dengan batik tulis yang lain.
“Kancing emas ini merupakan koleksi dari Pedjoeang Batik untuk mengangkat nilai batik tulis lebih tinggi lagi. Kancing emas ini berawal dari ide salah satu pecinta batik tulis yang merupakan pelanggan kami memesan kemeja batik, tapi bertanya bagaimana agar kemeja batik tulis yang dipakainya bisa tampak lebih bernilai lagi,” jelas business owner Pedjoeang Batik, Heri Chandra, dalam keterangan tertulis di Jakarta (19/12/2024).
Terinspirasi dari merek luar negeri yang sering memyematkan logam mulia di produknya seperti jam, tas, ikat pinggang, dan lainnya, Heri mewujudkan penyematan kancing emas pada batik tulisnya. Dan produk Istimewa ini pertama kali dilucurkan tahun 2021. Namun, baru mendapat rekor MURI pada 15 Desember 2024.
Heri menyampaikan bahwa pengajuan untuk memperoleh rekor MURI membutuhkan proses yang sangat panjang. Sehingga, dia merasa puas mampu memperoleh penghargaan ini, sebagai bentuk cinta budaya Indonesia dan melestarikanya ke mancanegara.
"Awalnya kami mengajukan batik tulis dengan emas murni pertama di Indonesia, tetapi tidak disangka MURI memberikan penghargaan untuk pertama di dunia, " ungkapnya.
Pencapaian ini sesuai dengan visi Pedjoeang Batik sejak awal, yakni batik tulis bisa diperkenalkan hingga ke mancanegara. Sebab, batik tulis membawa Indonesia bisa berdaulat di dunia fashion internasional.
Yang menarik, dalam waktu dekat Pedjoeang Batik akan membuka cabang pertama di Jakarta, untuk melengkapi cabang di Batam. Hal ini mengingat tingginya minat masyarakat di kedua kota tersebut.
Adapun cikal bakal pendirian dan toko pusat Pedjoeang Batik berada di Medan, Sumatra Utara. Kendati orang Medan, Heri memiliki hobinya memakai batik, utamanya batik tulis sejak tahun 2019. Dia juga punya motto "Sudah Saatnya Kita Ikut Berdjoeang Melestarikan Warisan Budaya Indonesia."
Merek ini memproduksi batik tulis dengan bahan katun dan sutera, didesain langsung oleh mereka dari awal sketsanya, lalu dikerjakan oleh perajin batik dari Pulau Jawa.
“Kami yang mendesain motifnya dan para seniman di Jawa yang mengerjakan orderan kami. Produk Pedjoeang Batik juga dikenal bisa menyediakan batik tulis yang motifnya customized seperti membuat sketsa wajah, logo, atau lainnya pada batik tulis ini, sehingga eksklusif,” Heri menguraikan.
Ke depan, Heri menargetkan Pedjoeang Batik dapat segera membuka cabang di Singapura sebagai langkah awal mengenalkan batik tulis di kancah internasional. Seperti yang kita ketahui Singapura itu merupakan pintu menuju ke dunia. Dengan desain yang modern, Pedjoeang Batik menyasar anak muda agar suka memakai batik dalam menunjang penampilan yang menarik. Pasalnya, selama ini batik identik dengan kesan tua dan kuno. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.