Gunakan Dana IPO, Daya Intiguna Yasa (MDIY) Bakal Berekspansi Membuka Gerai di Kota Kecil
PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY), perusahaan ritel peralatan rumah tangga yang mengelolaMR. D.I.Y., menghimpun dana senilai Rp4,15 triliun dari penawaran umum perdana saham atau IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (19/12/2024) kemarin. Rencananya, dana IPO digunakan untuk ekspansi, seperti membuka gerai. , MR. D.I.Y. terus mendorong ekspansi yang berkelanjutan dengan menjangkau daerah-daerah baru, termasuk kota-kota kecil secara merata.
Perseroan optimistis memanfaatkan peluang pertumbuhan ekonomi makro dan dinamika populasi Indonesia lantaran jumlah penduduk yang terus bertambah serta pola konsumsi yang dinamis. Manajemen MDIY mencermati hal ini sebagai peluang besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi. “Kami percaya bahwa dengan pendekatan yang inklusif dan efisien, MR. D.I.Y. mampu menjadi solusi utama bagi keluarga Indonesia dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari dengan harga yang terjangkau,” ungkap Presiden Direktur MR. D.I.Y. Indonesia, Edwin Cheah di Jakarta, Kamis (19/12/2024).
Berdasarkan data Frost & Sullivan, Total Addressable Market (TAM) mengestimasikan segmen ritel non-grocery di Indonesia sebesar US$18,4 miliar. Segmen ini diproyeksikan tumbuh dengan rerata pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) sebesar 8% pada periode 2023–2028, didorong oleh pertumbuhan ekonomi, urbanisasi, peningkatan populasi, serta kenaikan pendapatan masyarakat. Dengan penetrasi pasar sebesar 1,9% pada 2023, MR. D.I.Y. melihat peluang besar untuk memperluas pangsa pasar di tengah momentum positif ini.
Edwin, pada keterangan tertulisnya ini, menyampaikan fokus perusahaan bukan hanya pada satu segmen masyarakat, tetapi juga pada menciptakan akses yang lebih luas kepada pelanggan di seluruh Indonesia. Salah satu kekuatan utama MR. D.I.Y. adalah strategi operasional yang efisien dan adaptif. Perseroan mengonsolidasikan pesanan dalam jumlah besar dari seluruh jaringan toko sehingga mampu mencapai skala ekonomi yang signifikan.
Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memungkinkan perusahaan untuk menyediakan produk berkualitas dengan harga yang lebih kompetitif, sekaligus menjaga margin keuntungan yang sehat. Di sisi lain, mengoptimalkan pengelolaan melalui manajemen pasokan produk. Selain itu, MR. D.I.Y. terus mendorong ekspansi yang berkelanjutan dengan menjangkau daerah-daerah baru, termasuk kota-kota kecil secara merata.
Strategi ini bertujuan untuk mendekatkan produk-produk MR. D.I.Y. kepada lebih banyak pelanggan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. “Kami berkomitmen untuk tetap relevan dengan kebutuhan pasar yang dinamis. Dengan terus meningkatkan efisiensi dan memperluas jangkauan, MR. D.I.Y. siap memperkuat posisinya sebagai pemimpin di pasar ritel non-grocery, terutama di sektor peralatan rumah tangga,” tambah Edwin.
Strategi ini juga menjadi dasar yang kokoh untuk mendukung pertumbuhan yang dinamis seiring meningkatnya permintaan dan ekspansi jaringan toko MR. D.I.Y. ke berbagai wilayah. Dampaknya terlihat pada pertumbuhan pendapatan perusahaan selama periode 2021 hingga 2023, yang meningkat dengan CAGR 109%, dariRp 894 miliar menjadi Rp3,9 triliun
Pada periode yang sama, laba bersih perusahaan berbalik dari rugi Rp80 miliar menjadi laba sebesar Rp353 miliar. Pada semester pertama tahun ini, MR. D.I.Y. Indonesia membukukan pendapatan sebesar Rp 3,21 triliun, naik 93% secara tahunan. MDIY membukukan laba bersih Rp532 miliar, meningkat 228% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Adapun, manajemen MDIY menetapkan harga IPO sebesar Rp1.650 per unit. MDIY menerbitkan saham sebanyak 2,51 milliar unit saham yang berasal dari portepel. Jumlah tersebut mewakili 10% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah IPO, yang terdiri dari 1% saham baru yang diterbitkan oleh MDIY dan 9% saham milik Azara Alpina Sdn. Bhd. selaku pemegang saham penjual.
Rencananya, dana yang dikumpulkan MDIY dari IPO ini akan difokuskan untuk mendukung pembukaan toko-toko baru serta memperluas jaringan guna semakin memperkuat kehadiran MDIY di pasar ritel domestik. Selain itu, dana juga akan digunakan sebagai modal kerja operasional guna memastikan kelancaran operasional dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.(*)