Bank BPD Bali Menyalurkan Kredit Rp22,75 Triliun di Bulan Lalu, Naik 7%

Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma. (Foto : Istimewa).

PT Bank Pembangunan Daerah Bali (Bank BPD Bali) mencatatkan kinerja positif hingga November 2024. Aset bank ini pada November 2024 tumbuh sebesar 13,35% atau menjadi Rp39,79 triliun jika dibandingkan periode yang sama di 2023. Pertumbuhan aset tersebut diiringi dengan perolehan laba senilai Rp858,05 miliar atau tumbuh 21,43%.

Dari sisi fungsi intermediasi, perusahaan menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 7,21% di November 2024."Realisasinya, hingga akhir November 2024 penyaluran kredit Bank BPD Bali mampu tumbuh 7,33%, menjadi Rp22,75 triliun dan hampir seluruh segmen kredit tercatat tumbuh positif. Pencapaian tersebut berada diatas target yang ditetapkan dan kami proyeksikan akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2024," jelas Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma di Denpasar, Bali, pada Rabu (18/12/2024).

Untuk penyaluran kredit UMKM tumbuh 13,60% atau menjadi Rp11,62 miliar di akhir November 2024. Porsi kredit UMKM Bank BPD Bali mencapai 51,08% dibandingkan dengan total kredit Bank BPD Bali. Keberhasilan dalam menyalurkan kredit tersebut juga diimbangi dengan manajemen risiko yang baik. Hal tersebut tergambar dari kualitas kredit atau non performing loan (NPL) Bank BPD Bali yang tercatat sebesar 0,98% atau lebih baik apabila dibandingkan dengan NPL pada kuartal empat tahun lalu sebesar 1,29%.

Bank ini menghimpuna dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp33,73 triliun atau tumbuh 13,82%. "Penopang utama DPK masih bersumber dari dana murah (CASA) dengan porsi mencapai 69,78%. Strategi Bank BPD Bali yang fokus dalam meningkatkan porsi dana murah dan digitalisasi pada operasional bisnisnya berdampak kepada semakin baiknya rasio efisiensi perusahaan," tutur Sudharma.

Hal tersebut tercermin dari rasio BOPO (biaya operasional terhadap pendapatan operasional) dan CIR (cost to income ratio) yang konsisten semakin membaik. "Rasio BOPO sebesar 65,59% dan CIR 47,51% atau lebih baik dari target sebesar 49,61%," ucapnya.

Kemampuan untuk tumbuh dengan berkelanjutan juga didukung dengan likuiditas yang memadai dan permodalan yang kuat. Hal tersebut tercermin dari rasio LDR (loan to deposit ratio) yang terjaga dilevel 67,43% dan CAR (capital adequacy ratio) sebesar 25,76% atau jauh di atas ketentuan regulator. Selain mengembangkan produk berbasis digital, Bank BPD Bali menyeimbangkan dukungannya di aspek lingkungan, sosial dan tata kelola dengan mengembangkan Program Berkelanjutan yang bertajuk 'Hijau dan Lestari Bersama Bank BPD Bali'.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan dampak positif jangka panjang pada ekonomi, masyarakat dan lingkungan untuk melestarikan lingkungan, memberdayakan masyarakat dan meningkatan perekonomian sekaligus penerapan ketentuan- ketentuan yang telah dicetuskan pemerintah yang searah dengan peta jalan Ekonomi Kerthi Bali Menuju Bali Era Baru. (*)

# Tag