Jumlah Pengunjung di Taman Safari Bali Ditargetkan Naik 50% di Liburan Nataru
Taman Safari Bali menargetkan jumlah pengunjung naik 50% selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini. "Pada hari biasa, rata-rata jumlah pengunjung Taman Safari Bali sekitar 800 orang per hari dan meningkat hingga 1.500 orang pada akhir pekan dan hari libur nasional. Memasuki libur Nataru, Taman Safari Bali menargetkan kunjungan meningkat hingga 50%, apalagi dengan kehadiran Marine Safari yang dibuka untuk umum pada 27 Desember 2024," ujar Laetitia Delvart, General Manager Taman Safari Bali saat dijumpai swa.co.id di Gianyar, Bali, pada Senin (23/12/2024).
Dia optimistis jumlah kunjungan mencapai target di musim liburan ini walau menghadapi sejumlah tantangan, misalnya cuaca ekstrem yang melanda Bali akhir-akhir ini. Guna menggejot target itu, pengelola Taman Safari Bali memperkenalkan wahana baru berjenama Marine Safari Bali. Ini diklaim sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia dan mendefinisikan ulang pariwisata bahari di Indonesia.
Laetitia mengatakan Marine Safari Bali adalah taman wisata bahari pertama dan satu-satunya di Indonesia yang menawarkan pengalaman bahari paling lengkap. Fasilitas konservasi lautnya yang modern, memastikan standar perawatan terbaik bagi seluruh penghuninya yang menjadikan Taman Safari Bali sebagai pusat konservasi laut terdepan di Asia Tenggara," imbuhnya
Sekitar 5.000 satwa air dari 230 spesies air tawar dan air laut kini dipelihara dan dikonservasi di wahana air ini. Jumlah satwa air bakal bertambah pada grand opening Marine Safari Bali pada April 2025.
Selain melihat langsung di habitat aslinya, pengunjung juga akan disajikan atraksi lumba-lumba yang di rescue dari beberapa tempat di Indonesia. Marine Safari Bali menawarkan perjalanan melewati ekosistem hutan hujan, danau, sungai, muara, pesisir hingga laut dalam. Memadukan pesona alami Bali, keunikan satwa liar, dan petualangan bahari yang spektakuler."Marine Safari Bali memberikan pengalaman interaktif termasuk kesempatan untuk menjelajahi dan berinteraksi dengan satwa laut seperti hiu dengan memberi langsung makanan," imbuh Laetitia.
Wahana air seluas 7 hektare ini menawarkan program edukasi yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian kehidupan laut, sekaligus menyoroti program pembiakan, sebuah inisiatif terstruktur yang mendukung reproduksi spesies, terutama yang terancam punah atau rentan. Spesies hasil pembiakan akan dilepas kembali ke habitat aslinya untuk mempertahankan dan meningkatkan populasi guna menjaga keberagaman laut. Pengunjung berkesempatan untuk mengikuti tur Behind the Scene yang memberikan pandangan eksklusif tentang operasi taman dan upaya konservasi. Tur ini dirancang untuk mengedukasi masyarakat mengenai pelestarian kehidupan laut dan pentingnya praktik berkelanjutan.
Marine Safari, menurut Laetitia, melengkapi Varuna, teater makan bawah laut pertama di Indonesia. Dengan konsep inovatif, Varuna menggabungkan pertunjukan kelas dunia dan fine dining sambil menyampaikan pesan kuat tentang konservasi laut. Pertunjukan teatrikalnya menyoroti dampak sampah plastik di lautan dan melalui ceritanya, pengunjung diajak untuk mengambil tindakan nyata dalam melindungi ekosistem laut.
Varuna berkapasitas 150 orang menawarkan perpaduan harmonis antara seni, fine dining. "Marine Safari Bali terus berkomitmen untuk mempertahankan standar tinggi yang telah ditetapkan oleh Taman Safari Bali, yang dikenal atas kontribusinya dalam konservasi satwa liar. Taman bahari ini akan menghadirkan pameran interaktif, program edukasi, dan praktik berkelanjutan guna memastikan dampak positif bagi pengunjung maupun lingkungan," imbuh Laetitia. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.