Genjot Kunjungan Wisatawan, Desa Wisata Penglipuran Luncurkan Jembatan Kayu
Menyambut liburan Natal dan Tahun Baru, Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli meluncurkan fasilitas penunjang wisata terbaru berupa jembatan kayu yang menghubungkan area desa ke Hutan Bambu seluas 45 hektare atau sekitar 40% dari luas keseluruhan Desa Penglipuran. Peluncuran fasilitas terbaru ini merespons momentum musim liburan. Pengelola desa ini mengestimasikan jumlah pengunjung berpeluang melonjak sebesar 75% selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Adapun, hutan bambu yang mengelilingi desa ini terus dijaga dan dilestarikan sampai saat ini sebagai bentuk pelestarian warisan dari para leluhur dan wujud nyata dalam menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Masyarakat setempat juga percaya, bahwa hutan bambu ini adalah bagian dari awal sejarah keberadaan mereka.
Hutan bambu ini berfungsi sebagai kawasan resapan air sehingga kerap disebut sebagai hutan pelindung desa. "Peluncuran fasilitas ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan wisatawan saat menikmati keindahan alami hutan bambu yang menjadi daya tarik ikonik Desa Penglipuran. Kami ingin memberikan keamanan dan kenyamanan kepada wisatawan, terutama saat menikmati keindahan Hutan Bambu. Dengan adanya jembatan ini, wisatawan dapat lebih leluasa menjelajahi hutan tanpa kendala akses," ujar Manajer Desa Wisata Penglipuran, I Wayan Sumiarsa seperti ditulis swa.co.id pada Rabu (25/12/2024).
Fasilitas ini diharapkan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dapat meningkat signifikan di musim liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), namun tetap berkomitmen untuk terus menjaga kelestarian lingkungan agar wisatawan dapat menikmati keindahan Desa Penglipuran secara berkelanjutan.
Hingga pertengahan Desember 2024, sebanyak 951.050 wisatawan yang mengunjungi Desa Wisata Penglipuran. Jumlah inididominasi wisatawan nusantara sebanyak 803.085 orang dan 147.965 wisatawan mancanegara.
Untuk menyambut Nataru, anak anak muda Desa Penglipuran mementaskan pertunjukan yang diambil dari sepenggal cerita Ramayana (Pewayangan).Kiskinda Mahesasura, cerita rakyat yang menceritakan tentang peperangan antara raksasa Mahesa Sura dan Lembu Sura dengan Subali dan Sugriwa pada 28 Desember 2024 dan 1 Januari 2025.
Desa Penglipuran berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan. Pengelolaan Hutan Bambu ini menjadi daya tarik wisata dan simbol harmoni antara manusia dan alam. "Dengan fasilitas baru yang ramah wisatawan ini, Desa Wisata Penglipuran siap menyambut pengunjung di liburan Natal dan Tahun Baru," pungkas Sumiarsa. (*)