Inovasi Beautypreneur dr. Ayu Raih Ratusan Penghargaan Nasional dan Internasional
Hingga kini, aesthetic doctor sekaligus business owner Widya Aesthetic Clinic, dr. Ayu Widyaningrum, MM, Magister AAAM dan Magister IBAM, telah meraih 124 penghargaan berskala nasional hingga internasional sejak tahun 2018. Hebatnya, dia tidak hanya meraih penghargaan di bidang dermatologi dan estetika yang menjadi spesialisasinya, tetapi juga meraih penghargaan untuk kategori sosial dan budaya. Terbaru, dia diganjar Beautypreneur Award 2024 dari HighEnd Magazine dalam kategori sosial dan budaya.
Sebelumnya dr. Ayu memperoleh penghargaan kategori The Most Inspiring Doctor and Beauty Expert 2023 di Singapura pada Oktober 2023 lalu. Juga, penghargaan The Alpha Under 40 pada bulan November 2024 bersama beberapa tokoh seperti Denny Sumargo, Cinta Laura, Felicia Anglista, Rizki Febrian dan lainnya. Di ajang Indonesia’s Beautiful Women pada Mei 2023, meraih penghargaan bersama 14 sosok perempuan Indonesia dengan latar belakang berbagai profesi dan usia.
"Penghargaan ini menjadi tanggung jawab besar bagi saya untuk bisa terus meningkatkan potensi diri saya dalam bidang dermatologi estetika. Dengan bertambahnya penghargaan ini, saya bertekad untuk terus bisa berinovasi dalam dunia kedokteran estetika,” jelas wanita kelahiran Kotabaru, Kalimantan Selatan, 12 Agustus 1990 tersebut.
Penghargaan ini bukan pertama kalinya dia diapresiasi HighEnd Magazine. Karena itulah, dia berterima kasih kepada Executive Chairwoman MNC Group, Liliana Tanoesoedibjo yang telah menyelenggarakan Beautypreneur Award tersebut.
"Terakhir saya mendapatkan penghargaan The Alpha Under 40 2024 melalui HighEnd Magazine. Semoga pencapaian ini bisa menginspirasi Indonesia untuk berbagi ilmu, berbagi pengalaman, semoga bisa dicontoh oleh sejawat-sejawat lainnya," ungkapnya.
Terkait inovasi, dr. Ayu ingin bisa menciptakan sesuatu inovasi baru yang aman untuk masyarakat dan aman juga untuk dokter yang mengerjakan. Menurutnya, dia memang harus berinovasi mengingat masih banyaknya para pasien kencing manis dan autoimune yang mana kasusnya terus meningkat.
"Banyaknya kasus pada perempuan, yaitu kencing manis, autoimune, kanker serviks, kanker ovarium, dan sebagainya, berdampak besar pada kasus aging atau penuaan dini. Kemudian, terjadi perubahan pada kulit pasien, melasma yang semakin melebar. Ini semua merupakan tanggung jawab saya sebagai dokter dermatologi estetika sehingga harus terus berinovasi," tuturnya.
Dia berusaha keras memacu diri memberikan terapi-terapi kecantikan yang tidak ketinggalan zaman dan terus mengikuti tren perkembangan dunia kecantikan. Inovasinya pun diterima masyarakat dan klien-klien karena mereka penasaran dengan treatment baru yang dia tawarkan.
Perihal inovasi di bidang klinik kecantikan, dr. Ayu membuktikan diri sebagai pionir di Indonesia untuk teknologi biofiller dan biocell. Teknologi atau perkembangan inovasi terbaru yang dia lakukan saat ini di Widya Aesthetic Clinic adalah biofiller dan biocell, ilmu mendapatkan bahan atau spesimen yang digunakan untuk aesthetic berasal dari tubuh pasien itu sendiri. Manfaat biofiller seperti filler pada umumnya yaitu mengisi volume seperti pada kantong mata, smile line, dagu, pipi, dan temporal.
Menurutnya, perbedaan dengan filler yang lain adalah biofiller berasal dari spesimen darah atau lemak dari tubuh si pasien, yang diambil kemudian diolah sedemikian rupa dengan beberapa alat, sehingga hasilnya berbentuk gel yang mengandung grow factor atau steam cell yang siap ditransplantasikan ke jaringan yang kurang volumenya pada wajah.
Sedangkan biocell merupakan skin booster yang memiliki kandungan luar biasa berupa grow factor, plasenta bayi, embryonic cell, whitening, serta obat untuk pigmentasi dan pengencangan.
Biocell berfungsi menjaga skin quality, memperbaiki kerutan, pengencangan, menjadikan wajah glowing, pigmentasi, memutihkan kulit pasien, serta membuat wajah terlihat lebih muda dibandingkan usianya.
“Biofiller dan biocell adalah satu-satunya di Indonesia, saya mempelajarinya di Inggris untuk mengembangkan sendiri dengan alat-alat laboratorium di Indonesia untuk menciptakan biofiller dan biocell,” tegasnya. (*)