BEI Lakukan Suspensi Emiten Ponsel Tiphone (TELE), Efek Tak Penuhi Kewajiban Bayar Kupon Obligasi
Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara atau suspensi terhadap PT Omni Inovasi Indonesia Tbk (TELE) pada Jumat (27/11/2024). Suspensi seluruh pasar saham dan obligasi tahap pertama ini dilakukan karena adanya indikasi TELE tidak memenuhi kewajiban pembayaran kupon dan/atau pokok.
“Sehubungan dengan belum efektifnya dana amortisasi dan bunga dari penerbit efek di rekening KSEI sesuai waktu yang ditentukan, maka bursa memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan efek,” jelas Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 BEI, Adi Pratomo Aryanto pada keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (27/11/2024).
Adi menambahkan, langkah penghentian sementara ini melibatkan sejumlah produk efek dari TELE, yaitu perdagangan efek TELE, obligasi berkelanjutan I Tiphone tahap II tahun 2016 Seri C (TELE01CCN2), obligasi berkelanjutan I Tiphone tahap III tahun 2017 seri B (TELE01BCN3), dan obligasi berkelanjutan II Tiphone tahap II tahun 2019 (TELE02CN2).
BEI menegaskan, langkah BEI melakukan suspensi di seluruh pasar TELE sejak sesi satu call auction perdagangan efek tanggal 27 Desember 2024 hingga pengumuman lebih lanjut. “Bursa meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan,” tambah Adi.
Sebelumnya, BEI telah mencabut suspensi perdagangan efek saham dan obligasi TELE pada 16 Februari 2024 lalu. Pencabutan itu terhitung sejak sesi kedua perdagangan efek pada tanggal tersebut. Adapun efek tersebut antara lain saham TELE dan sejumlah obligasi seperti TELE01CCN2, TELE01BCN3, dan TELE02CN2.
Menurut pengumuman BEI dalam keterbukaan informasi pada 6 Februari 2024, TELE telah mendapatkan persetujuan untuk melakukan restrukturisasi atas produk-produk obligasinya, seperti TELE01CCN2, TELE01BCN3, dan TELE02CN2 berdasarkan rapat umum pemegang obligasi (RUPO) TELE01CCN2 dan TELE01BCN3 pada 11 Januari 2024 lalu, serta RUPO TELE02CN2 pada 26 Oktober 2023.
Adanya restrukturisasi itu, membuat perusahaan membayarkan pokok, tingkat bunga tunai, dan bunga PIK dari produk-produk obligasi tersebut dengan jangka waktu hingga Desember 2030.
TELE merupakan perusahaan distribusi produk telepon seluler dan aksesoris, voucer telepon seluler, layanan perbaikan, dan penyedia konten telepon yang didirikan sejak tahun 2008. Perusahaan ini dikenal dengan brand ponsel Tiphone Mobile, kemudian berganti nama pada tahun 2022 dan berfokus pada distribusi produk digital dan penyalur token listrik PLN. Emiten distributor barang konsumen ini masuk dalam papan pencatatan pemantauan khusus.(*)