Dari Jaket ke Tower 8 Lantai: Perjalanan Alamsyah Cheung Jadi Penguasa Bisnis GPS Tracker Indonesia

null
Alamsyah Cheung (tengah) di acara BizzComm Podcast (Foto: SWA)

Alamsyah Cheung, CEO PT Sumber Sinergi Makmur Tbk atau yang lebih dikenal dengan merek Fox Logger, adalah contoh nyata dari seorang pengusaha yang sukses berkat kerja keras, ketekunan, dan semangat pantang menyerah. Perjalanannya dimulai jauh sebelum ia menjadi pemimpin perusahaan GPS tracker terbesar di Indonesia.

Berjualan Jaket

Semuanya berawal dari masa sekolah, ketika Alamsyah yang saat itu masih duduk di bangku STM memutuskan untuk berjualan jaket kepada teman-temannya.

"Anak STM itu pasti butuh jaket, baik untuk melindungi diri dari panas maupun untuk tampil keren saat naik motor," kenangnya sambil tersenyum dalam acara BizzComm Podcast, kolaborasi SWA dengan LSPR Faculty of Business.

Dengan modal terbatas, ia mulai merintis usaha kecilnya, yang tak hanya memberinya penghasilan tambahan tetapi juga mengajarkannya tentang bagaimana memahami kebutuhan pasar dan mengelola keuangan sejak dini.

Namun, jalan menuju kesuksesan tidak selalu mulus. Setelah lulus, Alamsyah mencoba berbagai pekerjaan, mulai dari menjadi agen asuransi hingga bergabung dengan bisnis MLM. Saat ia mencoba peruntungan sebagai sales GPS sambil kuliah, ia menghadapi tantangan besar. Modalnya habis, dan bisnis yang dirintisnya bahkan diambil alih oleh orang lain.

"Saat itu berat, tapi saya sadar bahwa kegagalan adalah bagian dari proses. Justru dari pengalaman pahit itu, saya belajar banyak hal yang menjadi bekal untuk membangun Fox Logger," ungkapnya.

Dari kejadian tersebut, ia mendapatkan pelajaran penting: jangan pernah takut gagal, karena setiap kegagalan menyimpan peluang untuk bangkit dan belajar lebih baik.

Pada tahun 2015, Alamsyah mendirikan PT Sumber Sinergi Makmur, perusahaan yang berfokus pada layanan GPS tracker berbasis IoT dengan bendera Fox Logger. Keputusannya untuk memasuki pasar ini didorong oleh meningkatnya kebutuhan akan pemantauan kendaraan yang lebih efisien.

Fondasi 2P1S

Namun, saat itu, teknologi GPS masih menjadi hal yang baru bagi banyak orang, sehingga tantangan memperkenalkan produk ini sangat besar. Dengan prinsip sederhana yang ia sebut sebagai 2P1S — product, price, dan service — Alamsyah berhasil membawa Fox Logger bertahan di tengah persaingan.

"Produk harus bagus, harga harus kompetitif, dan layanan harus prima. Dengan fokus pada tiga hal ini, kami bisa terus tumbuh hingga menjadi nomor satu," jelasnya.

Sebagai startup, Alamsyah terus berupaya membawa Fox Logger jadi pemain penting. Satu demi satu klien-klien korporat mempercayakan sistem transportasinya menggunakan Fox Logger.

Puncak perjalanan Fox Logger terjadi ketika perusahaan ini berhasil melantai di bursa pada tahun 2023. Langkah tersebut menandai pencapaian besar dalam perjalanan Alamsyah sebagai seorang pengusaha muda.

"Go public adalah bagian dari strategi untuk memperkuat posisi perusahaan, tetapi bagi saya, ini juga merupakan bentuk tanggung jawab yang lebih besar kepada publik," ujar pria kelahiran Jakarta, 8 Desember 1987 ini.

Selain itu, Fox Logger juga berhasil membangun gedung delapan lantai yang disebut Fox Logger Tower di Cideng, Jakarta, yang kini menjadi pusat operasional perusahaan.

"Gedung ini adalah simbol perjalanan panjang kami, dari kios kecil hingga sekarang. Tapi bagi saya, ini hanyalah output dari proses yang kami jalani," tambahnya dengan rendah hati.

null
Fox Logger Tower

Menjaga "Mesin"

Meskipun sudah meraih banyak keberhasilan, Alamsyah tidak pernah merasa cukup. Bagi dirinya, yang terpenting bukanlah hasil akhirnya, melainkan bagaimana terus menjaga "mesin" yang membuat semuanya berjalan.

"Saya percaya, selama kita masih mau belajar dan terus maju, tidak ada batasan untuk apa yang bisa kita capai. Mesin inilah yang harus selalu dijaga agar hasilnya tetap optimal," katanya.

Prinsip ini pula yang ia terapkan dalam memimpin timnya. Ia selalu menekankan pentingnya integritas dalam bekerja, baik kepada pelanggan maupun dalam hubungan dengan kompetitor.

"Kita tidak perlu menjatuhkan orang lain untuk menang. Fokus saja pada apa yang bisa kita lakukan lebih baik," ujarnya.

Dalam perjalanan panjangnya, Alamsyah juga belajar bahwa menjaga hubungan baik dengan karyawan adalah kunci utama. Ia percaya bahwa karyawan yang bahagia akan membawa dampak positif bagi perusahaan. "Turnover karyawan bisa menjadi tantangan besar, jadi penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang stabil dan mendukung," ungkapnya.

Prinsip ini ia terapkan dengan mengajarkan transparansi dan komunikasi yang jujur kepada timnya. "Kami selalu berbicara apa adanya kepada konsumen, tanpa over-promise. Dengan begitu, kami membangun kepercayaan yang menjadi fondasi kesuksesan," tegasnya.

Ketika ditanya tentang apa lagi yang ingin ia capai setelah semua kesuksesan ini, lelaki yang murah senyum ini menjawab dengan sederhana, "Saya masih ingin belajar dan terus maju. Bagi saya, pencapaian itu sifatnya sementara. Yang penting adalah bagaimana kita menjaga semangat untuk selalu berkembang." Jawaban ini mencerminkan filosofi hidupnya yang fokus pada proses, bukan hanya hasil akhir.

Perjalanan Alamsyah adalah inspirasi bagi siapa saja yang ingin meraih sukses dalam dunia bisnis. Dari berjualan jaket di sekolah hingga memimpin perusahaan teknologi yang telah melantai di bursa, ia membuktikan bahwa kesuksesan adalah hasil dari kerja keras, inovasi, dan dedikasi yang konsisten.

Bagi generasi muda yang ingin mengikuti jejaknya, ia berpesan, "Kenali nilai diri Anda. Jangan takut gagal, karena kegagalan adalah bagian dari perjalanan menuju keberhasilan. Dan yang paling penting, jangan pernah berhenti belajar." (*)

# Tag