Transformasi di Sales Area II PT Pertamina Retail: Ubah Wajah SPBU Area Jakarta-Banten

null
SPBU Pancoran, Jakarta, salah satu SPBU yang dikelola Sales Area II PT Pertamina Retail. (Foto: Darandono/SWA).

Program transformasi yang dilakukan Sales Area II PT Pertamina Retail (Jakarta-Banten) di jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dengan kode 31 (COCO) mulai terlihat hasilnya sepanjang tahun 2024. Hal ini tercermin dari kenaikan volume penjualan bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan non subsidi secara signifikan selama tahun 2024.

Donny Widyanto, Sales Area II Manager Pertamina Retail, menuturkan realisasi penjualan BBM non subsidi atau non public service obligation (non PSO) year to date2024 sekitar 220,5 juta liter dari target yang dicanangkan 136,21 juta liter. Sedangkan realisasi penjualan BBM subsidi sepanjang tahun 2024, terakhir tercatat sampai 448,6 juta liter, melebihi dari target yang ditetapkan sebesar 421,95 juta liter.

Hingga kini terdapat 51 unit SPBU yang dikelola langsung oleh Sales Area II PT Pertamina Retail, atau berstatus Company Owner Company Operated (COCO). Selain itu, masih banyak unit SPBU lainnya yang berstatus Dealer Owner Dealer Operated (DODO) yang murni dijalankan oleh pihak swasta.

Diakui Donny, transformasi ini tidak hanya menyentuh aspek fisik SPBU, tetapi juga sistem pelayanan hingga pengelolaan sumber daya manusia. “Kami ingin SPBU tidak lagi sekadar menjadi tempat mengisi bahan bakar, tetapi menghadirkan pengalaman yang nyaman dan fungsional bagi konsumen,” katanya.

null
Donny Widyanto, Sales Area II Manager Pertamina Retail. (Foto: Darandono/SWA).

Sales Area II SPBU yang terletak di lokasi strategis atau "ring satu" memprioritaskan pelayanan dan kenyamanan konsumen. Menurut Donny, transformasi bisnis yang dilakukan Sales Area II melibatkan enam program utama sebagai berikut:

1. Retail Make Over

Sales Area II menghadirkan wajah baru SPBU dengan melakukan perbaikan besar-besaran. Fasilitas yang sebelumnya terkesan kumuh, seperti toilet dan musala yang kurang nyaman, kini diubah menjadi fasilitas modern, termasuk toilet ber-AC dan musala yang lebih bersih dan nyaman. Langkah ini bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan ramah konsumen.

2. Rejuvenate Red Carpet

Untuk mengurangi antrean, SPBU kini menyediakan jalur khusus bagi pelanggan BBM non-subsidi, seperti Pertamax dan Pertamax Turbo. Selama ini, konsumen merasa layanan antara BBM subsidi dan non-subsidi tidak memiliki perbedaan. Dengan perubahan ini, pengalaman pelanggan ditingkatkan melalui pelayanan yang lebih personal dan efisien.

3. Service Optimization

Optimalisasi layanan dilakukan dengan menyesuaikan jumlah operator dispenser BBM berdasarkan jumlah pelanggan. Semua produk BBM kini tersedia di setiap dispenser, didukung oleh perbaikan jalur pipa untuk memastikan kelancaran distribusi.

Penambahan tenaga operator juga dilakukan, terutama di SPBU dengan tingkat kunjungan tinggi, dengan tambahan 5–10 orang per SPBU. Dari 2022 hingga 2024, Sales Area II telah menambah hingga 1.000 operator di puluhan SPBU COCO.

4. Penerapan Konsep 5R

SPBU di Area II mengadopsi konsep 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin) untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih, rapi, dan produktif. Konsep ini juga menjadikan SPBU lebih menarik dan nyaman bagi konsumen.

Setiap Kepala SPBU atau Business Unit Head diarahkan untuk memiliki mindset agar SPBU yang dikelolanya mendapatkan rating Google yang baik dari publik. Dengan cara ini, SPBU tidak hanya menjadi tempat bertransaksi, tetapi juga menghadirkan nilai tambah bagi konsumen. "Kalau SPBU kita bagus, yang bicara bukan kita, tapi pelanggan," ujar Donny.

5. Rejuvenate Non-Fuel Retail (NFR)

Sales Area II mengoptimalkan area kosong di SPBU untuk menciptakan ruang komersial yang menarik, seperti coffee shop, minimarket, hingga layanan charger baterai untuk sepeda motor listrik.

Kini, beberapa SPBU tidak hanya menjadi tempat mengisi BBM tetapi juga menjadi tempat berkumpul yang menarik bagi berbagai kalangan. Inovasi ini terbukti mampu meningkatkan pendapatan hingga 15% pada periode 2023–2024.

6. Recharging People

Program ini berfokus pada pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan rutin untuk operator, sekuriti, hingga kepala SPBU. Komunikasi yang terbuka juga diterapkan, sehingga setiap orang dapat memberikan masukan atau informasi langsung kepada pimpinan untuk mendorong perbaikan.

Donny mengakui, transformasi bisnis retail melalui SPBU ini telah berhasil menurunkan penjualan BBM subsidi sekaligus meningkatkan penjualan BBM non-subsidi. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi di SPBU tidak hanya berfokus pada pelayanan tetapi juga mendukung keberlanjutan bisnis secara keseluruhan. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag