Jurus Studio Tropik Lahirkan Produk Kosmetik Istimewa
Bergairahnya industri kosmetik di Tanah Air dalam beberapa tahun terakhir ini tak disia-siakan oleh Mellisa Angelina. Momentum ini dimanfaatkannya dengan mendirikan bisnis kosmetik dengan brand Studio Tropik pada 2017.
Tumbuh Organik
“Dari awal hingga sekarang, kami tumbuh secara organik tanpa keterlibatan venture capital,” kata Founder dan CEO perusahaan yang bernama legal PT Parvis Magna Jaya itu.
Produk Studio Tropik mencakup produk skincare serta kosmetik dalam aneka format, mulai dari format padat, semipadat, cair, powder, dan wax. “Kami memproduksi sendiri di pabrik kami di Bogor, dan kami kemas secara higienis dan menarik,” kata Mellisa.
Produk best seller-nya sejak beberapa tahun lalu adalah DreamSetter Setting Spray dan Flawless Priming Water, yang sudah memenangi berbagai penghargaan dan menjadi produk utama (staple product) di kalangan make-up artist (MUA) profesional.
Produk terbaru Studio Tropik adalah produk bedak tanpa talc Dreamsetter Setting Powder dan Foundcealer produk dengan 17 varian warna untuk kulit orang Indonesia. “Kami mengembangkannya tanpa benchmarking, tapi melalui riset dan masukan dari panelis dari Sabang sampai Merauke,” ungkap Mellisa.
Kedepankan USP
Terjunnya Mellisa ke bisnis kosmetik tampaknya memang terkait dengan latar belakang pekerjaannya sebelumnya. Pengalaman kerja pertamanya ialah sebagai seorang Product Development Executive di Susan Raffy Consulting Inc., perusahaan maklun kosmetik di Santa Ana, California, AS.
“Pengalaman kerja itu saya jalani saat saya sedang kuliah di Jurusan Beauty Industry Marketing and Merchandising di FIDM, Los Angeles,” ungkapnya.
Bahkan, ia merangkap pekerjaan tersebut dengan tugas sebagai compounder di bagian produksi dan asisten lab di bagian R&D perusahaan kosmetik tersebut. “Dari situlah saya mulai mengenal dunia beauty care dan membuat saya sangat tertarik untuk kelak membuat produk sendiri,” katanya.
Dengan pengalamannya fokus menekuni bidang produk kosmetik, tak mengherankan pengembangan bisnis di Studio Tropik bersifat product-centric. “Kami mengedepankan unique selling preposition (USP) dan integritas produk,” katanya.
“Harapannya, konsumen tertarik mencoba produk kami yang berkualitas tinggi dan merasakan perbedaannya, sehingga menjadi loyal customer,” katanya lagi.
Proses Panjang demi Kualitas
Pengembangan produk Studio Tropik melalui proses yang cukup panjang. Contohnya, untuk produk Foundcealer, Studio Tropik melakukan ratusan kali trial untuk mendapatkan formulasi foundation terbaik tanpa menggunakan bahan silikon, agar lebih nyaman untuk kulit sensitif dan berjerawat, dengan performa seperti produk luxury brand.
Untuk itu, Studio Tropik harus mencari model dan panelis dengan warna profil kulit Indonesia yang sangat beragam. “Kami melalui proses panjang untuk pembuatan portofolio warna yang unik untuk produk complexion wajah, dengan formula tanpa silikon dan mengandung unsur buah fig (buah tin) yang kaya antioksidan,” ungkapnya.
Demi menjawab kebutuhan konsumen, Studio Tropik harus mengemasnya secara menarik, yakni kemasan two-in-one, dengan aplikator unik yang dapat dipompa. Menurut Mellisa, inovasi produk Foundcealer dengan dual aplikator dan formula tanpa silikon ini merupakan yang pertama di Indonesia.
“Dengan pemasaran online yang gencar, produk ini cukup baik diterima masyarakat,” katanya senang.
Bagi Studio Tropik, uji sertifikasi ke BPOM sudah menjadi proses standar dalam merilis produk ke pasar. “Tim R&D kami sudah berpengalaman dalam memformulasikan dan beroperasi sesuai peraturan dari BPOM. Mulai dari quality control bahan baku sampai ke finished good,” ungkap Mellisa.
“Dan, uji klinis ke pihak ketiga sudah menjadi harga mati untuk kami demi merilis produk yang aman dan berkualitas,” dia menegaskan.
Studio Tropik juga selalu menguji produknya di lab pihak ketiga yang terakreditasi untuk mengonfirmasi efikasi formula. Contohnya, produk yang ditujukan buat kulit sensitif, perusahaan ini menguji formulanya di lab terakreditasi dan untuk uji non-allergenic melibatkan anggota panelis yang berkulit sensitif.
Saat ini, kata Mellisa, dengan tim yang makin besar, pihaknya harus berpikir lebih luas dengan tujuan (goals) yang lebih tinggi, agar tim tetap bersemangat. Target Studio Tropik pada 2024 adalah membangun tim dan channel yang lebih solid.
“Kami berharap untuk tahun 2025 dan tahun-tahun mendatang, kami dapat terus tumbuh sebagai perusahaan yang sehat, baik dari segi finansial maupun operasional, dan mampu melahirkan produk-produk yang menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia,” katanya. (*)