Galeri Nasional Menyuguhkan Karya Seni Buatan Hardi, Sang Perupa Visioner

Foto: Instagram Galeri Nasional Indonesia.
Foto: Instagram Galeri Nasional Indonesia.

Galeri Nasional Indonesia (Galnas) menggelar pameran bertajuk Jejak Perlawanan: "Sang Presiden 2001", sebuah tribut mendalam untuk mengenang perjalanan (almarhum) Hardi (1951-2023). Sang perupa visioner ini menjadikan seni sebagai alat perlawanan, ruang dialog, dan refleksi atas realitas sosial-politik Indonesia dan media komunikasi yang menghubungkan tradisi dengan inovasi, lokalitas dengan universalitas, serta menggambarkan dinamika perjalanan bangsa ini.

Sebagai salah satu perupa yang menjadikan seni sebagai ruang kritik sosial, Hardi meninggalkan warisan yang melampaui batas waktu. Karya-karyanya, termasuk lukisan ikonik "Sang Presiden 2001" (1979), menjadi wujud keberanian untuk menyuarakan narasi perjuangan pada masa itu. Pameran ini menghadirkan 66 karya Hardi yang terdiri dari lukisan, sketsa, arsip pribadi, hingga instalasi interaktif berbasis teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), yang diharapkan mampu memberikan pengalaman mendalam tentang perjalanan artistiknya.

Kurator pameran, Dio Pamola C.,menyampaikan setiap karya Hardi adalah saksi bisu perjuangan dan manifestasi keberanian berpikir. “Pameran ini adalah ruang dialog antara seni, sejarah, dan semangat perlawanan yang diwariskannya," ungkap Dio.

Sebagai informasi tambahan, pameran Jejak Perlawanan: "Sang Presiden 2001" dapat dinikmati oleh publik mulai 10-26 Januari 2025, pukul 09.00-19.00 WIB, di Gedung A Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. (*)

# Tag