BNI (BBNI) Berinovasi Bikin BNI Ekosistem, Mengembangkan Perbankan Digital di 3 Segmen
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menggulirkan berbagai terobosan layanan perbankan digital untuk mengoptimalkan tren pertumbuhan transaksi digital yang terus meningkat di Indonesia. Caranya, BNI dan tujuh perusahaan menjalin kemitraan strategis pada 27 Desember 2024.
Hussein Paolo Kartadjoemana, Direktur Digital and Integrated Transaction Banking BNI, menyampaikan potensi transaksi digital di Indonesia yang terus meningkat harus direspons secara positif. "BNI tentunya ingin menjadi bagian penting dari tren pertumbuhan yang sedang terjadi ini," kata Hussein pada siaran pers yang dikutip swa.co.id di Jakarta, Sabtu (11/1/2025).
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memproyeksikan nilai transaksi ekonomi digital Indonesia pada 2030 menjadi US$220 miliar sampai US$360 miliar.
OJK menyampaikan hal tersebut berdasarkan data East Ventures Digital Competitiveness Index 2023. Proyeksi tersebut diperkuat juga dengan data Bank Indonesia yang mencatat pertumbuhan di kuartal III/2024 sebesar 34,43% atau tercatat sebanyak 5.666,28 juta untuk transaksi perbankan digital (digital banking) jika dibandingkan periode yang sama di 2023.
Data itu didukung oleh data dari BNI yang membukukan kinerja positif dari transformasi digitalnya pada kuartal III tahun lalu itu. Transaksi digital banking tumbuh secara signifikan mencapai 1,04 miliar transaksi atau naik 40,9%, dengan nilai transaksi yang meningkat 26,2% atau menjadi Rp1.104 triliun.
Hussein, berpijak dari data ini, optimistis solusi BNI Ekosistem ini menjadi sangat strategis dengan berbagai terobosan yang dihadirkan untuk memberikan solusi perbankan end to end untuk nasabah BNI.
Dia menjelaskan BNI Ekosistem saat ini terdiri dari tiga ekosistem, yaitu Campus Financial Ekosistem (CFEST) yang ditujukan sebagai solusi digital di perguruan tinggi atau universitas. Selanjutnya, ada Smart Healthcare untuk rumah sakit dan layanan kesehatan, serta Smart Tenant untuk kawasan industri.
Perseroan terus menyediakan solusi-solusi ekosistem lainnya untuk menjawab kebutuhan nasabah. Untuk menandai kehadiran BNI Ekosistem ini, manajemen BNI dan para mitra tersebut, yaitu PT Indoglobal Nusa Persada (Pintro), PT Teknologi Kartu Indonesia (TKI), dan PT Rizki Tujuhbelas Kelola (R17) menjalin kemitraan pada 23 Desember 2024. Ketiga mitra itu masuk ke dalam Ekosistem Pendidikan (CFEST).
Pada periode itu BBNI menjalin kemitraan dengna 3 perusahaan untuk pengembangan Ekosistem Kesehatan (Smart Healthcare). Perusahaan ini adalah PT Jasa Medika Transmedic (Jasamedika Transmedic), dan PT Jejaring Tiga Artha (ZiCare). Lalu, pengembangan untuk Ekosistem Kawasan (Smart Tenant), BNI dan PT Krakatau Information Technology (KIT) serta PT Realta Chakra Dharma (Realta) bersepakat untuk menjalin kemitraan.
Hussein meyakini BNI Ekosistem menjadi salah satu upaya dalam menjawab kebutuhan-kebutuhan nasabah yang terus bertumbuh. "Dengan kerja sama ini, kami berharap untuk memperkuat sinergi seluruh pihak demi mendukung pertumbuhan bisnis ke depan, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, dan kawasan industri di Indonesia,” ujarnya.
Direktur Utama Pintro, Syarif Hidayat, mengapresiasi kerja sama dengan BNI ini. “Kami berharap dapat memainkan peran yang signifikan dalam penciptaan ekosistem berkelanjutan di sektor pendidikan di Indonesia,” katanya.
Pendapat senada disampaikan Chief Business Development Officer Jasamedika Transmedic, Theogratia Dinovan, Dia mengatakan kerja sama ini membuat pihaknya lebih optimal dalam menyediakan layanan kesehatan yang lebih efektif dan efisien dalam satu platform.
"BNI mendukung misi kami dalam menyediakan solusi kesehatan yang terintegrasi. Dengan kerja sama ini, kami berharap dapat terus memperluas aksesibilitas di mana pun dan kapan pun bagi pasien dan juga tenaga kerja kesehatan,” katanya.
Hal yang sama disampaikan Direktur Utama Krakatau Information Technology, Budi Tjandra Negara. Kemitraan ini diyakini bisa mengintegrasikan seluruh jenis layanan yang berhubungan dengan kawasan industri dan pergudangan. "Bagi kami sinergi dengan BNI Ekosistem ini menjadi hal yang positif,” ujarnya. (*)