Perusahaan dari Sektor Non Siklikal Mendominasi Pipeline IPO
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) per 10 Januari 2025 menjabarkan sebanyak 19 perusahaan yang tercatat di daftar antrian (pipeline) pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO). I Gede Nyoman Yetna, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, menyampaikan 19 perusahaan tersebut dari berbagai sektor industri.
Calon emiten dari sektor konsumer non siklikal sebanyak 6 perusahaan atau jumlah terbanyak dari jumlah perusahaan di pipeline IPO tersebut. Jumlah perusahaan dari sektor bahan dasar/baku dan kesehatan masing-masing sebanyak 3 perusahaan, serta sektor industri 3 perusahaan.
"Perusahaan dari sektor energi, finansial, dan properti masing-masing sebanyak satu perusahaan," ujarnya pada siaran pers yang dikutip swa.co.id di Jakarta, Senin (13/1/2025).
Nyoman menyampaikan mayoritas perusahaan dalam daftar pipeline IPO itu merupakan perusahaan beraset besar. "Klasifikasi aset perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline merujuk Pertaruan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017," ucap Nyoman.
Berdasarkan POJK itu, Nyoman merincikan sebanyak 17 kandidat emiten beraset skala besar senilai Rp250 miliar dan 2 perusahaan beraset skala menengah. Sedangkan, perusahaan dengan aset skala kecil yang nilainya di bawah Rp50 miliar belum ada di daftar antrian IPO. (*)
Sektor perusahaan di pipeline IPO per 10 Januari 2025.
• 3 Perusahaan dari sektor bahan dasar/baku.
• 1 perusahaan dari sektor konsumer siklikal.
• 6 perusahaan dari sektor konsumer non siklikal.
• 1 Perusahaan dari sektor energi.
• 1 perusahaan dari sektor keuangan.
• 3 perusahaan dari sektor kesehatan.
• 3 perusahaan dari sektor industrial.
• 0 perusahaan dari sektor infrastruktur.
• 1 perusahaan dari sektor properties & real estat.
• 0 perusahaan dari sektor teknologi.
• 0 perusahaan dari sektor transportasi & logistik.