Bukit Asam (PTBA) Menyodorkan Jalur Khusus Pengangkutan Batu Bara Tanjung Enim - Keramasan

PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota grup MIND ID, fokus meningkatkan kapasitas angkutan batu bara dalam rangka menghadirkan energi tanpa henti untuk negeri. Niko Chandra, Corporate Strategy Bukit Asam, menjelaskan sebagai upaya dalam memastikan untuk mengelola kekayaan batu bara. “PTBA mempunyai target swasembada energi yang diusung pemerintah, sekaligus mempercepat monetisasi cadangan batu bara,” ujar Niko dikutip dalam keterangan tertulis, Senin (13/01/2025).
Peningkatan kapasitas angkutan batu bara melalui jalur kereta api dilakukan melalui sinergi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero)/KAI dalam pengembangan angkutan batu bara relasi Tanjung Enim-Keramasan. Angkutan batu bara relasi tersebut akan meningkatkan kapasitas angkutan bara PTBA hingga 20 juta ton per tahun. Saran dan prasarana untuk moda transportasi angkutan kereta disiapkan oleh KAI. Sementara, untuk fasilitas dermaga di Terminal Keramasan dibangun oleh PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik).
Untuk diketahui, PTBA telah melakukan groundbreaking fasilitas penaganan batu bara (coal handling facility) di Tanjung Enim guna mendukung pengembangan angkutan batu bara relasi Tanjung Enim-Keramasan.
Selain itu, PTBA juga menjalin kerja sama dengan PT Servo Lintas Raya (SLR) anak perusahaan PT Titan Infra Energy Group dalam pengangkutan batu bara melalui jalur khusus hauling batu bara. Melalui kerja sama ini, PT SLR menyediakan sarana dan prasarana untuk proses pengangkutan batu bara mulai dari titik serah di stopile (tempat penyimpanan semenyara di area pertambangan PTBA sampai pelabuhan Muat Sungai Musi, kemudian ke mother vessel di pelabuhan Tanjung Kampeh. Volume pengangkutan batu bara ditargetkan mencapai 2,5 juta ton pada tahun 2024.
Adapun jalur yang dilintasi untuk pengangkutan batu bara dirancang khusus untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan dan menghindari risiko terhadap masyarakat sekitar. Jalur khusus hauling batu bara adalah area tertutup yang hanya boleh dilalui oleh truk untuk pengangkutan batu bara. Area ini terpisah dari jalan raya dan pemukiman masyarakat.
Dengan penggunaan jalur khusus ini, pengangkutan jalur khusus ini, pengangkutan batu bara menggunakan truk tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat, seperti dampak kemacetan dan polusi yang ditimbulkan. “PTBA senantiasa berkomitmen untuk menjalankan kegiatan operasional yang memprioritaskan keselamatan, dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Mitra perusahaan tidak melakukan pengangkutan batu bara melalui jalan umum di jalan raya. Dengan pengangkutan batu bara yang aman, efisien serta ramah lingkungan, PTBA dapat terus berkontribusi dalam menjaga ketahanan energi nasional,” ujar Niko.(*)