Bank DBS Sarankan Investor Ritel Untuk Melirik Saham IPO Ini
Bank DBS mengamati, pergerakan sejumlah perusahaan yang melantai di bursa atau IPO global semakin menunjukkan penurunan kinerja. Pada tahun 2024 lalu, emiten teknologi yang masuk pasar IPO global mengalami penurunan kualitas ekuitas.
Chief Investment Officer Bank DBS, Hou Wey Fook, menjelaskan pada umumnya perusahaan yang melantai di bursa akan menimbukan euforia tertentu pada investor ritel. Hal tersebut juga didukung suku bunga rendah dan harga yang murah.
“Anda dapat memperdagangkan saham-saham ini [IPO], tetapi Anda tidak dapat menahannya di jangka panjang. Karena saham tersebut dimainkan terus menerus, seperti saham meme di Amerika Serikat, begitu crash, mereka crash,” beber Fook dalam acara daring (online) DBS CIO Insights 1Q25: Game Changers pada Senin (13/1/2025).
Fook menambahkan, meskipun investor memiliki ketertarikan besar terhadap perusahaan-perusahaan IPO, investor ritel tetap perlu melihat kinerja fundamental, seperti arus kas, pendapatan, dan yang berkaitan.
“Ketika Anda membeli saham, belilah [saham] perusahaan yang berkualitas tinggi, perusahaan yang menguntungkan,” ujar Fook santai. Fook juga menngingatkan bahwa investor ritel saat ini perlu lebih berhati-hati terhadap risiko kenaikan suku bunga dan likuiditas kering.
DBS Bank memperkirakan, awal tahun 2025 terjadi perlambatan terkendali (soft landing), khususnya di Amerika Serikat. Hal ini berpotensi membawa suku bunga ke tren yang lebih rendah. (*)