Palo Alo Networks: 2,3 Juta Serangan Siber Merajalela di Asia Pasifik
Palo Alo Networks menemukan sekitar 2,3 juta serangan siber yang unik dan baru setiap harinya, di kawasan Asia Pasifik termasuk Indonesia. Palo Alo Networks memprediksikan pada 2025 ini, quantum computing di era AI akan mulai dipakai oleh para pelaku serangan siber untuk mendeskripsikan data.
Country Manager Palo Alto Networks Indonesia, Adi Rusli mengungkapkan teknologi dan inovasi AI justru mempercepat potensial serangan yang fokus pada statistik data.
“Seberapa cepat vulnerabilities bisa di-exploit oleh mereka. Kita tak berbicara lagi percepatan itu secara bulanan atau mingguan, tapi per menit sehingga perlu kesiapan para organisasi untuk cepat tanggap,” ucapnya, Selasa (14/1/2025).
Adi merekomendasikan AI tak hanya sekadar cyber security saja, tapi juga mendeteksi, menganalisa, merespons, memitigasi hingga menetralkan serangan siber. Oleh karenanya itu, para security analyst lebih baik berfokus pada sesuatu yang lebih tinggi seperti threat hunting dan lainnya. Dengan begitu, insiden serangan siber yang terjadi akan terlepas dari intervensi manusia atau dengan kata lain: AI melawan AI.