Remala Abadi (DATA) Gunakan Dana IPO untuk Modal Kerja dan Pengembangan Bisnis

Remala Abadi (DATA) Gunakan Dana IPO untuk Modal Kerja dan Pengembangan Bisnis

Usai melakukan penawaran umum atau IPO pada 7 Mei 2024, emiten teknologi PT Remala Abadi Tbk (DATA) telah berhasil mengumpulkan dana penawaran umum sebesar Rp51,7 miliar. Adapun sisa dana hasil penawaran umum tersebut sebesar Rp2,76 miliar. Perusahaan telah menggunakan dana IPO itu untuk modal kerja hingga pengembangan bisnis.

Lebih detail, realisasi penggunaan dana IPO ditujukan untuk mengambil alih saham PT Fiber Media Indonesia, yang menghabiskan dana sebesar Rp19,97 miliar. Transaksi ini mencakup 850 lembar saham atau setara 85% dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor penuh di perusahaan tersebut.

Kemudian, DATA menggunakan dana IPO untuk pembelian tiang jaringan fiber optik sebesar Rp6,22 miliar. Pembayaran dilakukan dalam tiga tahap, yaitu sebesar Rp2,5 miliar pada 21 Mei 2024, Rp3,72 miliar pada 22 Mei 2024, dan Rp328.000 pada 11 Juni 2024.

Selanjutnya, DATA juga melakukan down payment untuk pembelian kabel fiber optik pada 13 Juni 2024. Adapun dana yang dibayarkan di muka sebesar Rp1,53 miliar kepada PT ZTT Cable Indonesia.

“Pembayaran ini ditujukan untuk pembelian kabel fiber optik ZTT sebagai bagian dari kebutuhan jaringan,” jelas Direktur Utama Remala Abadi, Richard Kartawijaya pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (14/1/2025). Setelah melakukan down payment, DATA melunasi pembelian kabel tersebut sebesar Rp1,23 miliar pada 12 September 2024.

Aksi pembayaran di muka ini juga DATA lakukan untuk pembelian aset tetap sebesar Rp5,03 miliar berupa Dense Wavelength-Divison Multiplexing (DWDM). Perusahaan melunasi aset tetap DWDM tersebut pada 25 September 2024 sebesar Rp10,95 miliar.

Terakhir, DATA melakukan pembelian dua aset tetap dengan total nilai Rp976,69 juta. aset itu berupa tanah dan bangunan ruko yang berlokasi di Ciputat, Banten dan ruko di Cibinong, Jawa Barat.

Adapun sisa dana penawaran umum tersebut ditempatkan ke modal kerja dan sisa pembayaran DWDM. Rinciannya, dana sebesar Rp919,7 juta ditujukan untuk pembayaran DWDM dengan tingkat bunga 1,89%. Selain itu ditujukan untuk modal kerja ke perusahaan afiliasi sebesar Rp1,844 miliar dengan tingkat bunga 3,75%.(*)

# Tag