Sisakan Dana IPO Rp1,67 Miliar, Ini Realisasi Penggunaan Dana Teguk (TGUK)
Banten, PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) atau Teguk menyisakan dana penawaran umum IPO sebesar Rp1,67 miliar, dari dana yang dikumpulkan sebesar Rp117,85 miliar pada IPO di 10 Juli 2023. Sisa dana ditempatkan ke deposito Bank Index sebesar Rp2 miliar dengan tingkat bunga 4,25% dalam jangka waktu 12 bulan.
Dari dana IPO yang telah dikumpulkan, TGUK telah merealisasikan dana Rp66,05 miliar untuk penambahan dan pengembangan gerai serta food truck. Selebihnya, digunakan untuk modal kerja sebersar Rp44,44 miliar. Sehingga, realisasi dana yang telah dimanfaatkan perusahaan sebesar Rp110,499 miliar.
“Sisa dana hasil penawaran umum sebesar Rp1,67 miliar,” jelas Direktur Utama Platinum Wahab Nusantara, Maulana Hakim dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (16/1/2025).
Dana lainnya seperti biaya penawaran umum, TGUK mengalokasikan dana Rp5,68 miliar. Sehingga, hasil bersih dari nilai realisasi hasil penawaran umum sebesar Rp112,17 miliar.
Tidak hanya mengandalkan dana IPO pada 2023, TGUK juga menerbitkan efek waran seri satu bernama TGUK-W pada 8 Januari 2024. Adapun total efek yang diterbitkan sebanyak 428,57 juta waran. Sementara efek yang telah dikonversi sebanyak 21.476 waran seharga Rp3,26 juta. Dari waran itu, TGUK merealisasikan dana dari waran tersebut sebanyak 3,26 juta waran.
Pada tahun 2025, TGUK berencana untuk menargetkan kinerja perusahaan seperti memaksimalkan potential store and island, serta melakukan ekspansi menjadi franchise dan hawker (gerai es krim berjalan) di Amerika Serikat dan Australia.
Manajemen TGUK juga menambahkan, perusahaan akan fokus secara B2B dan B2C. Hal itu akan diwujudkan melalui kemitraan dan membuka outlet di sejumlah stasiun atau halte transportasi umum.“Jadi dividen tidak bisa dibagikan di tahun 2025,” ujar manajemen TGUK dalam rangkuman paparan publik dalam keterbukaan informasi pada 8 Januari 2025. (*)