Ekspor Indonesia Capai US$22,39 Miliar Berkat Industri Pengolahan
Badan Pusat Statistik (BPS) menjabarkan ekspor Indonesia per Desember 2024 senilai US$23,46 miliar atau naik 4,78% jika dibandingkan Desember 2023 senilai US$22,39 miliar. Meski begitu, ekspor pada Desember 2024 itu turun jika dibandingkan November 2024 yakni US$23,99 miliar.
“Peningkatan ekspor secara tahuanan itu didorong oleh peningkatan ekspor non migas, terutama pada barang lemak dan minyak nabati (HS 15), nikel dan barang daripadanya (HS 75), dan mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85),” ucap Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti pada Rabu (15/1/2024).
BPS mencatat kontribusi industri pengolahan terhadap ekspor sangat besar pada Desember 2024 yaitu mencapai US$17,612 miliar, lebih tinggi ketimbang Desember 2023 sebesar US$15,69 miliar. Kemudian, ekspor pertambangan senilai US$3,72 miliar; migas US$1,53 miliar dan pertanian, kehutanan dan perikanan yang mencapai US$576,6 juta.
Amalia membeberkan penyebab ekspor turun secara bulanan itu komoditas mesin dan peralatan mekanik dan bagiannya , nikel, serta bijih logam, terak, dan abu.
Adapun negara ekspor non-migas per Desember 2024 yaitu Tiongkok (US$5,78 miliar), Amerika Serikat (US$2,46 miliar), Jepang (US$1,44 miliar) dan India (US$1,41 miliar). (*)