Tokenisasi Obligasi Pertama di Indonesia yang Tercatat di Sandbox OJK

PT Sejahtera Bersama Nano resmi meluncurkan ID Digital Bonds (IDDB), tokenisasi obligasi pertama di Indonesia yang tercatat di sandbox Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Inovasi ini memungkinkan masyarakat untuk mengakses obligasi pemerintah dengan modal yang jauh lebih terjangkau. Jika sebelumnya pembelian obligasi INDON 34 membutuhkan investasi minimum USD 200,000 atau sekitar Rp 3,2 miliar, kini melalui IDDB, investor dapat berpartisipasi dengan hanya US$100 atau sekitar Rp1,6 juta.
IDDB menggunakan teknologi blockchain yang dirancang untuk memberikan transparansi, keamanan, dan aksesibilitas. Dengan tercatatnya IDDB di OJK Sandbox pada Oktober 2024, produk ini telah menarik lebih dari 100 pengguna dengan total aset yang dikelola mencapai US$79.000 atau sekitar Rp1,2 miliar pada Januari 2025.
Peluncuran IDDB mengusung tema “Where Wealth Meets Innovation” dan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Gumarus Dharmawan William sebagai CEO PT Sejahtera Bersama Nano, Billy Suryajaya sebagai COO Nanovest, serta mitra seperti Bank Sinarmas dan STAR Asset Management. Inovasi ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak untuk mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam sektor keuangan.
Gumarus menyatakan IDDB adalah langkah awal dalam mendemokratisasi akses terhadap aset keuangan berkualitas tinggi. Produk ini dirancang untuk membuka peluang lebih luas bagi masyarakat dalam berinvestasi, sekaligus mendukung pembangunan ekonomi nasional dengan meningkatkan arus modal masuk ke Indonesia.
Nanovest, sebagai platform crypto exchange yang menjadi fasilitator IDDB, memberikan kemudahan bagi pengguna untuk membeli token melalui aplikasi yang sederhana dan ramah pengguna. Produk ini diharapkan dapat menarik generasi muda untuk mulai berinvestasi dalam aset digital yang terjangkau dan berisiko rendah.
Di tengah tantangan aliran modal keluar yang dialami Indonesia, IDDB hadir sebagai solusi inovatif untuk memperkuat sektor keuangan. Tokenisasi ini tidak hanya memberikan akses yang lebih luas, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pendekatan yang lebih efisien dan modern. (*)