Indonesia Punya Potensi Memaksimalkan Pertumbuhan Ekonomi Nasional 8%
Di tengah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8%, Indonesia memiliki sejumlah potensi besar, terutama dalam integrasi teknologi, peningkatan investasi, dan pengembangan kemitraan strategis.
Stefanus Ade Hadiwidjaja selaku Chief Investment Officer Otoritas Investasi Indonesia mengatakan pihaknya tengah berfokus pada infrastruktur digital dan ekspansi ke sektor mineral kritikal seperti logam tanah jarang, gallium, indium dan lainnya.
“Jadi kami mendukung ambisi pemerintah (pertumbuhan ekonomi nasional 8%) melalui perusahaan digital (dalam mineral kritis) dan tentu saja harus memiliki kapital untuk investasi agar tujuan itu terwujud,” tuturnya dalam Konferensi Indonesia PE-VC Summit 2025, Kamis (16/1/2025).
Menurut Stefanus, di pasar saham volume perdagangan di Indonesia tembus US$1 miliar per trading volume. Angka itu terbilang rendah ketimbang Thailand yang mencatatkan US$3 miliar dan India yang sukses mencetak US$13-15 miliar di perdagangan saham.
Oleh karenanya, BEI perlu meningkatkan volume perdagangan saham harian. Selain itu, BEI perlu membuat kebijakan siklus refinancing. “Sekarang ada kasus perusahaan swasta yang membeli perusahaan go public. Tetapi kemudian kembali ke swasta,” pungkasnya. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.