Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Desa Wisata Penglipuran Mencapai 1 Juta, Naik 6% di 2024

null
Wisatawan di Desa Wisata Penglipuran di Bangli, Bali. (Foto : Dok).

Jumlah wisatawan yang mengunjungi Desa Wisata Penglipuran di tahun 2024 sebanyak 1,02 juta atau naik 6,97% dari 956.425 di 2023. Wisatawan domestik mendominasi jumlah kunjungan in, yakni sebanyak 870.377. Sisanya dikontribusikan dari jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. Kepala Pengelola Desa Wisata Penglipuran, Wayan Sumiarsa, mengatakan rata-rata kunjungan wisatawan di tahun lalu itu sebanyak 3.536 per hari.

Desa wisata yang berlokasi di Bangli, Bali itu diminati oleh para wisatawan. Pada 31 Desember 2024, misalnya, jumlah total kunjungan mencapai 109.637 atau mencatat rekor dari jumlah rata-rata kunjungan harian sebanyak 5.298.

"Angka ini menunjukkan wisatawan sudah mulai melirik Desa Wisata sekaligus mendukung pemerataan pariwisata di Bali yang tidak hanya menumpuk di wilayah Bali Selatan,” kata Sumiarsa kepada swa.co.id di Denpasar, Bali, pada akhir pekan lalu. Pada awal tahun 2025 ini, jumlah kunjungan ke desa wisata terbersih di dunia itu tercatat 2.972. Rinciannya, jumlah wisatawan domestik sebanyak 2.673 dan pelancong luar negeri sebanyak 119.

Menyambut Tahun Baru Imlek, Desa Wisata Penglipuran kembali bakal menggelar atraksi budaya dan pentas Barong Landung pada 29 Januari 2025. Atraksi ini akan ditampilkan oleh 25 Yowana (generasi muda) Desa Penglipuran dan menjadi simbol indah dari persatuan budaya Bali dan Tionghoa. Tarian Barong Landung mengisahkan Raja Jayapangus dan permaisurinya Kang Cing Wie, seorang putri Tionghoa, yang menjadi lambang harmoni antar kebudayaan.

Barong Landung lelaki dan perempuan mewakili nilai-nilai persatuan, saling pengertian, dan penghormatan dalam kehidupan bermasyarakat. “Makna tarian ini sangat dalam, tidak hanya sebagai hiburan tetapi juga pengingat pentingnya toleransi dan harmoni dalam keberagaman budaya,” ujar Sumiarsa.

Kegiatan budaya ini bagian dari upaya pengelola desa melestarikan dan menjaga warisan budaya desa serta memberikan ruang ekspresi kepada generasi muda untuk memperkenalkan tradisi dalam balutan kreativitas baru. Acara ini ,menurut Sumiarsa, merupakan bentuk apresiasi terhadap akulturasi budaya yang telah lama menjadi bagian dari sejarah Bali.

Desa Penglipuran dirancang sebagai contoh nyata yang mengimplementasikan pariwisata yang berkelanjutan serta berkontribusi nyata kepada alam dan masyarakat. "Desa Wisata Penglipuran bersiap menjadi destinasi wisata regeneratif yang membawa dampak positif bagi lingkungan, budaya, dan masyarakat lokal," tuturnya. Pada tahun baru Imlek itu pengelola desa wisata terbersih di dunia ini menyuguhkan atraksi Barong Landung, keindahan desa, dan nilai-nilai kebersamaan. (*)

# Tag