Sah! Bursa Karbon Internasional Meluncur, Catatkan Volume Perdagangan 41,822 tCO2e

Suasana peluncuran bursa karbon internasional di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (20/1/2025). Foto Nadia K. Putri/SWA
Suasana peluncuran bursa karbon internasional di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (20/1/2025). (Foto : Nadia K. Putri/SWA).

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan bursa karbon internasional dan mencatatkan volume perdagangan sebesar 41,822 tCO2e pada pukul 09.19 WIB. Setidaknya, terdapat 9 perdagangan yang terautorisasi, 9 pembeli, dan 5 total proyek yang diautorisasikan.

Dalam peluncuran pertama, harga bursa karbon di unit Indonesia Technology Based Solution (IDTBS) sebesar Rp96.000, sementara di unit IDTBS Renewable Energi (IDTBS-RE) harganya Rp144.000.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan pemerintah akan melakukan submisi kepada Nationally Determined Contributions (NDC) pada pertengahan Februari 2025. “Indonesia sedang berupaya untuk memenuhi target, salah satunya direalisasikan dengan implementasi mekanisme harga karbon, termasuk perdagangan karbon, perdagangan emisi, performance based payment, result based payment, dan mekanisme lainnya sesuai pengembangan riset dan teknologi,” jelas Hanif di Gedung BEI di Jakarta, Senin (20/1/2025).

Senada dengan Hanif, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjelaskan, saat ini pemerintah tengah menyiapkan sejumlah mekanisme dan tengah berdiskusi intensif dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Per pukul 10.00 WIB, setidaknya volume perdagangan bursa karbon tercatat 48,723 tCO2e dengan total perdagangan terautorisasi sebanyak 18 perdagangan, 13 pembeli dan 5 total proyek terautorisasi. (*)

# Tag