BEI Targetkan Pengguna Jasa dan Transaksi Bursa Karbon pada 2025

Suasana peresmian perdagangan bursa karbon internasional di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta pada Senin (20/1/2025). Foto Nadia K. Putri/SWA
Suasana peresmian perdagangan bursa karbon internasional di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta pada Senin (20/1/2025). (Foto : Nadia K. Putri/SWA).

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, menjelaskan perusahaan akan menargetkan jumlah pengguna jasa sebanyak 200 partisipan dengan total perdagangan unit karbon domestik dan internasional sebesar 500 ribu ton CO2 ekuivalen (tCO2e) hingga 750 ribu tCO2e.“Saat ini [sejak September 2023 sampai sekarang] ada 1,1 juta ton. Target di 2025 dilihat dari supply yang ada, 500 ribu ton cukup. Bicara internasional dan domestik, mungkin 500 ribu ton sampai 750 ribu ton,” jelas Iman saat sesi doorstop dengan awak media di Gedung BEI pada Senin (20/1/2025). Saat ini, masih ada 19 partisipan di bursa karbon internasional.

BEI masih fokus pada sektor energi dan forest and other land uses (FOLU) sebagai partisipan dalam perdagangan bursa karbon. FOLU adalah pemanfaatan hutan dan penggunaan lahan, yang menurut Nationally Determined Contribution (NDC) menjadi satu dari lima sektor dalam program mitigasi krisis iklim.

Per Desember 2024, total perdagangan unit karbon yang tersedia sebanyak 1,35 juta tCO2e. Adapun volumenya sebesar 1.578 tCO2e dan total nilai transaksi sebesar Rp88,34 juta.

Kinerja perdagangan bursa karbon pada Desember 2024 cenderung menurun dibanding pada November 2024, dengan total perdagangan unit karbon sebanyak 1,35 juta tCO2e, dengan total nilai transaksi sebesar Rp97,90 juta. Namun, kinerja volume karbon pada November 2024 mengalami kenaikan di Desember 2024, dari 246 tCO2e menjadi 2.248 tCO2e.Adapun, jumlah partisipan perdagangan bursa karbon pada Desember 2024 mencapai 100 partisipan, sementara pada November 2024 sebanyak 94 partisipan. (*)

# Tag