IHSG Berpotensi Terkoreksi, Amati Peluang Cuan KPIG, DEWA, SCMA, CBDK, BREN, dan AADI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berpotensi terkoreksi. IHSG pada Seni kemarin ditutup naik 0.22%, tapi disertai dengan net sell investor asing senilai Rp317 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, GOTO, AMMN, HEAL, dan BUKA. "IHSG hari ini berpotensi terkoreksi setelah naik 4 hari berturut-turut," ujar Fanny Suherman, Head of Retail Research PT BNI Sekuritas pada risetnya di Jakarta, Selasa (21/1/2025).
Bursa Asia terpantau menguat pada Senin pekan ini mengikuti saham-saham di bursa efek Amerika Serikat (AS) pasca pembicaraan positif antara Donald Trump dan pemimpin China Xi Jinping menjelang pelantikan Presiden terpilih AS. Beberapa bursa di Asia menguat di antaranya adalah Jepang dengan indeks Nikkei 225 naik 1,17% dan Topix naik 1,19%.
Selanjutnya, Kospi Korea Selatan melemah 0,14%, S&P/ASX 200 Australia naik 0,45%, Shanghai Composite naik 0,08%, dan Hang Seng Hong Kong juga menguat 1,75%. Indeks saham China yang terdaftar di AS melonjak 3,2% pada Jumat pekan lalu karena Trump menggambarkan pembicaraan antara kedua pemimpin itu sebagai sangat bagus. Trump dan Xi membahas perdagangan, TikTok, dan fentanil, yang dapat menentukan nada hubungan di hari-hari awal pemerintahan baru.
Menambah sentimen positif, TikTok mulai memulihkan layanan di AS pada hari Minggu karena Trump mengatakan dia akan menghentikan penegakan hukum yang mengharuskan pemilik aplikasi Tiongkok untuk mencari pembeli selama tiga bulan.
Level support IHSG pada rentang 7.100-7.150 poin. Kemudian, BNI Sekuritas memproyeksikan level resistance pada 7.200-7.250 poin. BUMN sekuritas ini menjagokan saham KPIG, DEWA, SCMA, CBDK, BREN, dan AADI.
KPIG : Spec buy dengan area beli di Rp155, cutloss jika break di bawah Rp153. Jika tidak break di bawah Rp155, potensi naik ke Rp160-168 pada jangka pendek atau short term.
DEWA : Spec buy dengan area beli di Rp114, cutloss jika break di bawah Rp112. Jika tidak break di bawah Rp112, potensi naik ke Rp118-120 short term.
SCMA : Spec buy dengan area beli di Rp177, cutloss jika break di bawah Rp174. Jika tidak break di bawah Rp177, potensi naik ke Rp180-183 short term.
CBDK : Spec buy dengan area beli di Rp10.450, cutloss jika break di bawah Rp10.325. Jika tidak break di bawah Rp10325, potensi naik ke Rp10.600-10.850 short term.
BREN : Spec buy dengan area beli di Rp9.625, cutloss jika break di bawah Rp9.550. Jika tidak break di bawah Rp9.625, potensi naik ke Rp9.750-9.925 short term.
AADI : Spec buy dengan area beli di Rp8.875, cutloss jika break di bawah Rp8.850. Jika tidak break di bawah Rp8.875, potensi naik ke Rp9.000-9.075 short term. (*)