Standard Chartered Proyeksikan Pertumbuhan PDB Indonesia di 5%, Pemerintah Keukeuh Targetkan 8%

Standard Chartered Proyeksikan Pertumbuhan PDB Indonesia di 5%, Pemerintah Keukeuh Targetkan 8%
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono di acara Standard Chartered pada Selasa (21/1/2025). Foto Standard Chartered Indonesia

Menurut Ekonom Senior Standard Chartered Indonesia, Aldian Taloputra, kalangan perusahaan memperkirakan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia akan mencapai 5%.

Sebelumnya, Standard Chartered Indonesia memperkirakan pertumbuhan PDB 5,1%. Angka ini mencerminkan adanya momentum stabil dari tahun sebelumnya.

Sementara dari sisi kebijakan moneter, Standard Chartered Indonesia memperkirakan Bank Indonesia akan memotong suku bunga hingga 50 basis poin (bps) pada semester II/2025. Namun, hal itu akan terjadi jika adanya pelonggaran dari The Fed dan penurunan hasil US Treasury yang dapat menstabilkan nilai tukar.

Pada Desember 2024, Bank Indonesia telah menahan suku bunga dan saat ini tengah memperkuat operasi pasar terbuka dengan menjaga jarak antara imbal hasil 12 M SRBI dan 2Y UST, sambil mempertahankan suku bunga acuan. Kemudian, Bank Indonesia juga memperpanjang likuiditas kepada bank pemberi pinjaman pada sektor padat karya.

Standard Chartered memperkirakan, pemerintah akan mendorong peran lebih banyak dari sektor swasta, khususnya pada proyek yang berkaitan dengan prioritas pemerintah seperti pangan, energi dan perumahan. Investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) akan berperan membawa teknologi untuk membangun kapasitas industri pengolahan domestik.

Cluster CEO, Indonesia and ASEAN Markets (Australia, Brunei and the Phillippines) Standard Chartered, Rino Donosepoetro, mengaku optimistis pada prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini.

“Konsumsi domestik yang kuat dan inisiatif pembangunan infrastruktur pemerintah yang sedang berjalan, akan terus mendukung ketahanan ekonomi,” jelas Rino dalam keterangan resmi pada Selasa (21/1/2025).

Meskipun begitu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono, menjelaskan bahwa pemerintah bersikukuh untuk menumbuhkan PDB sebesar 8%. Target itu akan direalisasikan dengan mendorong industrialisasi, pertumbuhan industri hilir, dan mencapai kemandirian di sejumlah sektor seperti pangan, energi dan air.

“Bidang-bidang kritikal ini dipenuhi potensi yang belum tergarap, dan kami siap memanfaatkan potensi tersebut melalui investasi strategis,” tutup Agus.

Standard Chartered memperkirakan, rata-rata inflasi di Indonesia akan mencapai 2,4% pada tahun ini. Hal tersebut didorong dari normalisasi harga pangan, serta kestabilan harga bahan bakar minyak (BBM) dan listrik yang disubsidi pemerintah. (*)

# Tag