Cove Raih Pendanaan US$4,5 Juta dan Ekspansi di Asia Pasifik

Salah satu unit kamar yang dikelola Cove. (dok. Cove)
Salah satu unit kamar yang dikelola Cove. (dok. Cove)

Cove, perusahaan teknologi properti (proptech) yang mengusung konsep flexible co-living, mencatatkan pertumbuhan kinerja positif sepanjang 2024 lantaran mencatatkan pertumbuhan portofolio sebesar hampir 50% yang bersamaan dengan peningkatan permintaan konsumen.

Pencapaian tersebut akan semakin diperkuat pada 2025 ini melalui dukungan pendanaan strategis, ekspansi pasar, serta inovasi produk untuk mempertegas posisi Cove dalam penawaran co-living berbasis sewa di Asia Pasifik.

Selama enam tahun ke belakang, co-living modern yang ditawarkan Cove telah mengubah cara masyarakat hidup dan berinteraksi dengan sesama. "Bersama dengan inovasi dan ekspansi Cove, kami memiliki target untuk menggandakan portfolio ke angka 15.000 unit pada akhir 2025 guna memenuhi permintaan konsumen serta memperkuat posisi Cove di industri co-living Asia Pasifik,” kata Guillaume Castagne, Co-Founder dan CEO Cove dalam keterangan resmi, di Jakarta, Rabu (22/1/2025).

Pada Desember 2024, Cove telah berhasil menutup putaran pendanaan terbaru sebesar US$4,5 juta dari investor-investor yang sebelumnya telah memberikan dukungan, termasuk Eurazeo dan Keppel.

Terkumpulnya pendanaan tersebut tentunya didorong oleh kinerja kuat perusahaan di tahun 2024, dibuktikan melalui capaian EBITDA positif di Singapura, Indonesia, dan pada tingkat perusahaan.

Pada kesempatan ini, Cove mengumumkan penunjukkan Ashish Mancharram, Founder dan Managing Partner Elevate Capital, sebagai Dewan Penasehat. Kehadiran Mancharram yang merupakan seorang veteran real estat dan hospitality menjadi krusial bagi rencana Cove untuk mempercepat pertumbuhan perusahaan melalui penerapan model akuisisi aset.

Strategi baru ini akan memperluas kapabilitas Cove dari operator co-living dan platform listing daring yang ringan aset ke skala bangunan yang lebih besar dalam kerja sama dengan investor-investor eksternal.

Dengan keberhasilan yang telah diraih di Singapura dan Indonesia, Cove kini melebarkan sayapnya ke Asia Pasifik dengan perluasan jangkauan ke Jepang dan Korea Selatan melalui joint venture dengan mitra ternama di kedua negara. Cove berencana untuk meluncurkan 400 kamar di Jepang dan 800 kamar di Korea Selatan dalam semester I 2025 dengan strategi yang disesuaikan pada tren serta kebutuhan masing-masing negara.

Indonesia merupakan salah satu pasar terkuat Cove di Asia Pasifik. Memulai perjalanannya di 2020 dengan menyediakan sewa bulanan kamar co-living eksklusif di Jakarta, kini Cove juga dapat disewa secara harian oleh konsumen di Jabodetabek, Bandung, dan Bali.

Kehadiran Cove semakin diminati di Indonesia oleh Gen Z dan Milenial sebagai alternatif hunian, terutama dengan berbagai tantangan ekonomi dan sosial dalam proses menuju pembelian rumah permanen.

Hal ini terlihat dari 6.000+ kamar yang ditawarkan Cove di tahun lalu itu lebih dari 4.500 kamar berlokasi di Indonesia. “Selama 2024, kami telah menggandeng banyak pemilik properti dan memaksimalkan potensi aset mereka melalui bisnis co-living di Indonesia. Potensi co-living sangatlah besar di Tanah Air, terlihat dengan bagaimana Cove telah melayani 30.000 konsumen Indonesia di lebih dari 150 lokasi setiap bulannya,” ungkap Rizky Kusumo, Country Director of Investment Cove.

Sejalan dengan komitmen perusahaan dalam berinovasi, Cove akan segera memperkenalkan sistem tier di Indonesia yang akan mengelompokkan properti ke dalam tiga tier: Cove Luxe, Cove Classics, dan Cove Basics.

Penerapan sistem tier di situs Cove Indonesia ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam menemukan properti yang sesuai dengan bujet, preferensi, dan kebutuhan mereka.

Sistem tier Cove akan secara resmi diluncurkan dan diperkenalkan lebih lanjut dalam Coveuphoria 2025, acara housewarming party dan open house terbesar Cove di Indonesia pada awal Februari 2025. (*)

# Tag