DFI Retail (HERO) Membuka Gerai Guardian di Grand Indonesia, Menjajaki Kemitraan Brand Kecantikan Indie

Suasana pembukaan kembali atau reopening toko flagship Guardian di lantai LG, West Mall, Mall Grand Indonesia Jakarta pada Rabu (22/1/2025). Foto Nadia K. Putri/SWA
Suasana pembukaan kembali atau reopening toko flagship Guardian di lantai LG, West Mall, Mall Grand Indonesia Jakarta pada Rabu (22/1/2025). (Foto : Nadia K. Putri/SWA).

Guardian, lini bisnis ritel di PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) atau DFI Nusantara, Guardian, membuka toko flagship-nya di Mal Grand Indonesia, Jakarta pada hari ini. Pembukaan toko ini mengintegrasikan produk kesehatan dan kecantikan dalam satu tempat.

Managing Director Guardian Indonesia, Anna Hull, menjelaskan konsep baru toko flagship Guardian ini menghadirkan layanan dan pengalaman berbelanja bagi konsumen, mulai dari layanan pemeriksaan kulit, rambut, dan kesehatan, serta booth untuk mencoba produk kosmetik. Adapun, merek atau brand yang dihadirkan berasal dari merek domestik dan internasional.

“Kami telah mengupayakan untuk menciptakan tempat di mana pengunjung tidak hanya menemukan produk yang disuka, tetapi juga menemukan produk baru yang dapat meningkatkan perjalanan kesehatan dan kecantikan,” jelas Hull di West Mall Grand Indonesia di Jakarta pada Rabu (22/1/2025).

Sementara itu, Head of Communications and Corporate Affairs DFI Nusantara, Diky Risbianto, menjelaskan perseroan memfokuskan bisnis kesehatan dan kecantikan.“Dari sisi pertumbuhan, kami akan mengembangkan terus bisnis Guardian,” jelas Diky.

Perseroan mengelola Guardian dan IKEA (bisnis ritel yang bergerak di bidang perlengkapan rumah dan furnitur) dan dirancang membukukan pertumbuhan positif pada tahun ini.

Saat ini, sebanyak lebih dari 350 toko Guardian telah tersebar di seluruh Indonesia. Perusahaan terus menggencarkan ekspansinya ke sejumlah kota di Indonesia, baik membuka toko yang terhubung dengan mal atau pusat perbelanjaan maupun toko mandiri.

Untuk menarik pemasok dan mitra strategis, Guardian melihat tren dan merek yang diincar konsumen. Meskipun saat ini, Guardian memilih shifting dari bisnis awalnya, yaitu bisnis kesehatan.

“Ada permintaan untuk lebih fokus dari sisi kecantikan. Tren kecantikan terus naikpada dua tahun terakhir ini. Kami menangkap momentum dan bekerja sama dengan para pemasok,” tambah Diky.

Terkait dengan kemitraan dengan merek kecantikan indie, Guardian mengaku terbuka dengan peluang kerja sama baru. “Yang penting brand tersebut memenuhi dari sisi persyaratan, kesehatan, BPOM, dan kemampuan mereka untuk memasok permintaan kami,” tutup Diky. Harga saham HERO stagnan di Rp530 pada penutupan perdagangan hari ini. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag