Pembiayaan Kendaraan Niaga dan Alat-Alat Berat Ditargetkan Tumbuh 5% di 2025
Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) memproyeksikan pembiayaan kendaraan niaga dan alat-alat berat pada tahun ini tumbuh sebesar 5% jika dibandingkan 2024 yang berkisar 3%. Ketua Umum APPI, Suwandi Wiratno, mengatakan konlik antara Ukrania dan Rusia serta kebijakan Presiden Donald Trump, kebijakan suku bunga The Federal Reserves (The Fed), dan perang dagang Amerika Serikat-China merupakan beberapa variabel yang mempengaruhi perdagangan dan perekonomian global di 2025. Imbas dari faktor ini berpotensi memicu ketidakpastian yang meningkatkan harga komoditas global, seperti CPO, batu bara, minyak dan gas.
Suwandi mengatakan peningkatan harga komoditas global berdampak positif terhadap permintaan kendaraan niaga dan alat-alat berat. "Pembiayaan di segmen ini stabil di 3% hingga 5%," ujarnya saat ditemui swa.co.id di sela-sela diskusi bertajuk Automotive Financing Opportunities in 2025 yang digelar Forum Wartawan Otomotif di Jakarta, Jumat (24/1/2025).
Suwandi menjabarkan pembiayaan untuk kendaraan niaga dan alat-alat berat itu tergolong siklikal. Dia merincikan pembiayaan di segmen ini pada 2022 sebanyak 20 ribu unit. Tahun berikutnya, pembiayaan kendaraan niaga dan alat-alat berat turun menjadi 18 ribu unit. "Pembiayaan segmen ini di tahun 2024 mencapai 15 ribu unit dan tahun 2025 ini diproyeksikan stabil di 15 ribu unit. Kami memperkirakan pembiayaan di segmen kendaraan niaga dan alat-alat berat sekitar 15%," ujarnya. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.