UOB Indonesia: Tetap Bisa Belanja Keinginan Asalkan..
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat anjloknya saldo tabungan masyarakat yang dulunya Rp3 juta pada 2019 menjadi Rp1,8 juta pada 2024. Dengan kata lain, aset tabungan masyarakat turun hingga 40% dalam 5 tahun belakangan.
Vera Margaret, Head of Deposit and Wealth Management UOB Indonesia membagikan sejumlah tips strategi pengelolaan finansial di tengah ketidakpastian ekonomi pada 2025. Pertama, menyisihkan 10-20% dari apa yang dihasilkan setiap bulannya untuk ditabung dalam kantong dana darurat, asuransi hingga investasi. Kedua, kebutuhan dasar harus dialokasikan antara 70-85% untuk tempat tinggal makanan dan lainnya.
“Mungkin agak egois tapi ini penting, (yakni) keinginan atau Wants sebesar 5-10%. Tentu hal ini yang memotivasi seseorang untuk semangat bekerja tiap harinya,” ucapnya saat ditemui di Thamrin Nine Ground Floor, Jakarta pada Jumat (25/1/2025).
Kantong Wants, tambah Vera, menjadi senjata pengeluaran terakhir apabila kebutuhan dasar sedang membengkak dan benar-benar habis. Oleh karenanya, seseorang harus disiplin menyisihkan uangnya karena kebutuhan dasar adalah sesuatu yang penting. Jika sudah menerapkan disiplin keuangan maka tidak akan menyentuh kantong Wants untuk pengeluaran kebutuhan dasar.(*)