Layanan Stem Cell Therapy Celltech dan Bank Tali Pusat Berekspansi ke Makassar
Celltech Stemcell Centre di Jakarta sebagai laboratorium canggih terakreditasi internasional, siap berkolaborasi dengan rumah sakit (RS) dan fakultas kedokteran (FK) di berbagai provinsi di seluruh Indonesia demi kesehatan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Celltech Vinski Tower berkolaborasi dengan RS Unhas (Universitas Hassanudin) pada 25 Januari 2025. Sebelumnya, laboratorium ini bekerja sama dengan FK Universitas Pertahanan Jakarta dan Rumah Sakit Pertahanan di awal tahun ini. Kolaborasi sejenis dilakukan perusahaan ini dengan RS Polri dan RS Kanker Darmais Jakarta pada beberapa waktu lalu.
“Pelayanan stem cell di RS Unhas merupakan kolaborasi laboratorium Celltech Stem Cell Centre dan Stem Cell Therapy by Prof Deby Vinski Lembaga Riset Stem Cell Unhas Celltech,” jelas Prof. dr. Deby Vinski. Msc., PhD., Presiden World Council of Stem Cell (WOCS) pada siaran pers di Jakarta, Rabu (28/1/2025).
Sebenarnya kolaborasi ini bukan hal baru, karena MoU sudah ditandatangani sejak tahun 2016. Kabar gembiranya, penyimpanan tali pusat saat bayi lahir kini tak perlu ke Jakarta atau keluar negeri, karena kini dapat dilakukan di Makassar dengan cara mudah yaitu cukup menelepon hotline Bank Celltech dan memberikan informasi dokter kandungannya.
Menurut penelitian Evidence Based di berbagai negara maju, terapi sel punca atau stem cell bermanfaat bagi 80 jenis penyakit seperti diabetes, autism spectrum disorder, prader willy syndrome, gangguan ginjal, penyakit jantung, autoimun, kelainan darah, luka bakar, downsyndrome, stroke, osteoarthritis, menopause, liver disease, spinal, cerebral palsy, dan sebagainya.
Para pemuka negeri dan deretan selebritas telah menjalani terapi stem cell untuk mempertahankan kesehatannya seperti Jusuf Kalla, Mahfud MD, dan Hotman Paris Hutapea. Juga, keluarga Oki Setiana Dewi, putranya dan ibunya yang sembuh setelah mengalami autoimune lebih dari 17 tahun.
Jamaluddin Jompa,Rektor Universitas Hasanudin (Unhas), Taty Jamaluddin, Penasehat Bank Tali Pusat, Andi Muh Ichsan, Direktur RS Unhas, Komite Sel Punca (dr Marhaen Hardjo dan Prof Farida) meresmikan kehadiran pelayanan sel punca di RS Unhas.
Celltech diketahui telah berkolaborasi dengan pihak luar negeri seperti: Swiss Biotech dan universitas di Italia, EIU Barcelona, Dubai, plus Amerika Serikat. Sedangkan di dalam negeri, telah bekerja sama dengan RS Sentra Medika, RS Batam dan Universitas Batam. Kerja sama dengan Lembaga Penelitian Universitas Pertahanan Celltech pun telah dibangun di awal 2025.
“Dengan makin banyaknya kerja sama, kami berharap Indonesia dapat menjadi pusat health tourism bagi terapi regenerative, stem cell dan gen therapy,” ujar Deby. (*)