Nuanu Berancang-Ancang Menyambut 3 Juta Kunjungan Wisatawan di Tahun Ini
Nuanu, kawasan kreatif terpadu seluas 44 hektare yang membentang di sepanjang garis pantai barat daya Bali, berancang-acanga menyambut kunjungan wisatawan lebih dari 3 juta pada tahun 2025 ini. Nuanu yang berlokasi di di Pantai Nyanyi di Desa Beraban, Kabupaten Tabanan, Bali, itu memadukan seni, kebugaran, teknologi, dan alam, Nuanu menghadirkan konsep baru dalam pariwisata.
Pengelola kawasan ini berkomitmen untuk menjaga 70% dari total lahan sebagai ruang hijau. Nuanu memantik minat para pengunjung untuk menikmati kawasan ini dengan berbagai aktivitas, mulai dari instalasi seni imersif, retret kebugaran, hingga acara kebudayaan dan wisata yang dirancang untuk menginspirasi dan membangun koneksi. “Tahun 2025 menjadi momen penting bagi Nuanu. Melalui berbagai program dan proyek baru yang menarik, kami siap menyambut lebih dari 3 jutapengunjung tahun ini," ujar Lev Kroll, CEO Nuanu pada keterangan tertulis yang ditulis swa.co.id di Denpasar, Bali, pada Rabu (29/1/2025).
Untuk mendukung hal tersebut, Nuanu mulai mengenakan tiket masuk dan memperkenalkan paket harian yang dikurasi bagi pengunjung yang ingin menikmati Nuanu secara terstruktur, tanpa membatasi pengunjung untuk menikmati kawasan. "Nuanu dirancang sebagai ekosistem yang terintegrasi, kawasan ini memiliki ruang-ruang khusus untuk pendidikan, seni dan budaya, kebugaran, hiburan, dan kehidupan yang terinspirasi oleh alam, dengan visi untuk masa depan di mana elemen-elemen ini berpadu secara harmonis," sebut Kroll.
Rencananya, pengelola Nuanu meluncurkan 30 proyek kreatif pada sepanjang tahun ini. Nuanu berancang-ancang menjadi tuan rumah dari berbagai acara skala internasional, mulai dari festival musik, konferensi investor, hingga pameran seni yang membawa dampak positif bagi Bali dan juga Indonesia.
Pada Januari ini, Nuanu memperkenalkan tiga proyek baru, yaitu The Red Tent, sebagai ruang yang didedikasikan khusus untuk perempuan dan mendorong persaudaraan, kreativitas, danpertukaran budaya. Proyek kreatif ini dikelola langsung oleh komunitas perempuan yang mengkreasikan ruang aman yang bertujuan untuk membangun hubungan yang bermakna serta komunitas yang berkelanjutan.
Selanjutnya, Sol Studio, sanggar tari yang menggabungkan elemen tari kontemporer dan modern. Sanggara tari ini diluncurkan pada awal Februari 2025. Proyek berikutnya adalah Cultural Village yang akan menjadi wadah untuk melestarikan warisan kebudayaan Bali melalui pertunjukan seni tradisional, sesi makan bersama, dan lokakarya (workshop).
Pada proyek-proyek ini, Nuanu ingin menciptakan pengalaman yang inspiratif, di mana seni, alam, dan inovasi berpadu sehingga meninggalkan kesan tak terlupakan bagi setiap orang. Pengunjung akan diajak merasakan perjalanan yang telah dikurasi dengan menggabungkan kesehatan, kreativitas, dan alam.
Sebab, pengunjung bisa mengakses sesi yoga bersama instruktur bersertifikat, memberikan energi positif sebelum menjelajahi Magic Garden, seluas 3.600 m² yang memamerkan keindahan botani Bali ditambah momen pelepasan kupu-kupu. Pengunjung juga dapat bertemu dan menjalin hubungandengan binatang alpaca di Pacha Alpaca.
Pengunjung yang ingin mengeksplorasi sisi kreati, Art Village menawarkan lokakarya rotan yang memungkinkan pengunjung belajar dan merayakan keahlian tradisional Bali secara langsung. Setelah menjelajahi berbagai aktivitas yang mendorong kreativitas dan relaksasi, pengunjung bisa bersantai di Lumeira, tempat di mana sauna kubah berbahan bakar kayu terbesar di dunia siap memberikan pengalaman relaksasi yang menarik.
Saat malam menjelang, Nuanu berubah menjadi dunia penuh cahaya dan keajaiban di Aurora Media Park, taman multimedia pertama di Bali yang membentang sepanjang 1 km di hutan tepi sungai. Di sini, delapan instalasi seni interaktif memadukan seni, alam, dan teknologi dalam tampilan yang memukau, sehingga menciptakan suasana magis yang tidak boleh dilewatkan.
Bagi pecinta seni kontemporer, Labyrinth Art Gallery menghadirkan pameran rutin yang menampilkan beragam karya menawan dari seniman Indonesia dan internasional. Tepat di sebelah galeri, The Dome menawarkan pertunjukan proyeksi 360° yang spektakuler, memadukan keindahan pertunjukan tradisional Bali dengan sentuhan teknologi canggih.
Selama berada di Nuanu, pengunjung juga dimanjakan dengan beragam pilihan kuliner yang tersebar di seluruh kawasan. Mulai dari Luna Beach Club, Lumeira, Bonjuk, Oshom Bali, dan Pasar Nusantara, serta berbagai kios makanan yang menawarkancamilan di berbagai sudut kawasan. "Kami mengundang semua orang untuk merasakan dan memahami bagaimana Nuanu melakukan praktik-praktik berkelanjutan dalam pembagunan kawasan di Bali sekaligus menikmati kawasan Nuanu,” ujar Kroll mengakhiri. (*)