Pasar Mebel dan Kerajinan Diproyeksikan Tumbuh 6,33%, Nilai Pasar Mencapai US$4,24 Miliar di 2028

null
Foto : Dyandra.

Industri mebel dan kerajinan Indonesia saat ini juga sedang mengalami pertumbuhan pesat, pasar ekspor diperkirakan akan melonjak sebesar 5-8%, sementara pasar domestik juga menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan sebesar 4-6%.

Berdasarkan proyeksi berbagai lembaga penelitian, pasar mebel dan kerajinan Indonesia diperkirakan akan tumbuh sebesar 6,33% pada periode 2023-2028, mencapai nilai sebesar US$4,24 miliar pada tahun 2028.

Untuk menyokong hal ini, Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) dan Dyandra Promosindo menggelar Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2025.

Pameran yang digelar selama sepuluh tahun terakhir ini konsisten mendorong ekspansi pasar bagi produk-produk mebel dan kerajinan Indonesia serta memberdayakan para pengrajin lokal untuk mencapai panggung dunia. Pameran mebel dan kerajinan ini akan kembali diselenggarakan di JIExpo, Kemayoran, pada 6 hingga 9 Maret 2025.

Daswar Marpaung, Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo, mengatakan IFEX 2025 hadir sebagai panggung megah untuk para perancang dan pengrajin Indonesia untuk memamerkan karya-karya terbaik mereka, dan bertemu dengan pembeli internasional sehingga dapat memperluas jaringan bisnis.

“Dengan penambahan area Jakarta International Expo Convention and Theatre pengunjung akan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk bertemu dengan para desainer, produsen, dan distributor terkemuka, serta menikmati produk-produk terpilih dengan kuratorial yang lebih mendalam. IFEX 2025 siap memfasilitasi terciptanya jaringan bisnis yang kuat dan mendorong pertumbuhan industri mebel dan kerajinan Indonesia,” ucap Daswar di Jakarta, Kamis (30/1/2025).

IFEX 2025 akan menghadirkan lebih dari 500 peserta pameran yang sudah dikurasi dan menampilkan lebih dari 5.000 produk mebel dan kerajinan. Dengan luas pameran mencapai 65 ribu meter persegi, IFEX akan menampilkan desain inovatif, kualitas tinggi, dan bahan baku alami produk-produk Indonesia yang dapat memikat perhatian pembeli dari berbagai negara.

Sebagai bagian dari Asia Furniture Show Circle – rangkaian pameran furnitur terkemuka di Asia - , IFEX menegaskan diri menjadi bagian dari pasar furnitur global.

Dengan pencapaian pada tahun sebelumnya, IFEX semakin membuktikan perannya sebagai salah satu potensi ekspor Indonesia yang menjanjikan terutama di industri mebel dan kerajinan. Pada tahun sebelumnya, IFEX berhasil mencatat transaksi on-the-spot sebesar US$300 juta dengan mendatangkan ribuan pengunjung dari 117 negara.

Industri mebel dan kerajinan Indonesia sendiri memiliki potensi ekspor yang sangat menjanjikan, dengan pangsa pasar yang signifikan di Amerika, Eropa, dan Asia Timur.

Keunggulan daya saing Indonesia terletak pada kemampuannya menghasilkan produk-produk berkualitas tinggi dengan harga yang sangat kompetitif, desain yang unik, dan berasal dari material alami yang berkelanjutan (sustainable).

Dengan begitu IFEX hadir sebagai bukti nyata bahwa Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi pusat produksi mebel dan kerajinan dunia, sehingga dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. (*)

# Tag