Strategi Taksi Xanh SM Menggaet Mitra Pengemudi
Menjadi mitra pengemudi taksi selama ini dikenal sebagai pekerjaan yang menuntut fisik — berkendara seharian di jalanan dengan ritme kerja yang padat.
Namun, kehadiran Xanh SM disebut-sebut membawa perubahan signifikan. Tak hanya menawarkan kendaraan ramah lingkungan, mitra pengemudi Xanh SM juga menikmati biaya operasional lebih hemat, hari kerja lebih produktif, dan pengalaman berkendara yang lebih nyaman.
Sebagai pendatang baru di industri transportasi, Xanh SM menghadirkan taksi listrik yang memberikan manfaat ganda: pengemudi mendapatkan penghasilan lebih tinggi, sementara penumpang menikmati perjalanan yang lebih tenang, bebas dari kebisingan mesin konvensional.
Salah satu mitra pengemudi, Tarwin S, membandingkan efisiensi biaya antara mobil bensin dan mobil listrik Xanh SM. Menurutnya, untuk jarak 150-200 km, mobil bensin bisa menghabiskan Rp150.000 hingga Rp200.000. Sementara dengan mobil listrik, hanya perlu sekitar Rp50.000 hingga Rp60.000.
Tak hanya soal efisiensi biaya, Xanh SM juga memberikan berbagai keuntungan bagi mitra pengemudi, termasuk bonus kinerja, sistem pembagian hasil yang lebih adil, serta tunjangan keuangan selama tiga bulan pertama untuk membantu transisi ke kendaraan listrik.
Selain itu, aplikasi Xanh SM yang dirancang intuitif meminimalkan waktu tunggu dan membantu pengemudi memaksimalkan produktivitas.
Xanh SM dan para mitra pengemudinya bukan sekadar penyedia transportasi, tetapi juga pelaku dalam mendukung tujuan lingkungan Indonesia. Dengan armada taksi listrik yang bebas emisi dan polusi suara, layanan ini membantu menciptakan udara yang lebih bersih dan kota yang lebih tenang—sebuah langkah nyata menuju masa depan berkelanjutan.
Antusiasme publik terhadap taksi listrik Xanh SM pun terus meningkat. Beberapa momen viral di media sosial, seperti mobil dengan nomor pintu 139 yang menjadi sensasi, semakin mengukuhkan daya tarik kendaraan listrik ini.
Fenomena ini bukan hanya mencerminkan popularitas taksi listrik yang semakin tinggi, tetapi juga mempertegas komitmen Xanh SM dalam mendorong mobilitas perkotaan yang ramah lingkungan.
Dukungan terhadap inisiatif ini juga datang dari pemerintah. Deputi Pengembangan Iklim Investasi Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Riyatno, menegaskan bahwa kehadiran Xanh SM berperan penting dalam mengurangi emisi, meningkatkan kualitas udara, serta berkontribusi pada tujuan ekonomi rendah karbon.
Langkah ini sejalan dengan ambisi Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission pada 2060, menjadikan Xanh SM sebagai bagian dari transformasi besar dalam industri transportasi nasional.
Sebelumnya, Global CEO Green and Smart Mobility Joint Stock Company (GSM JSC), Nguyen Van Thanh, mengungkap terdapat respons positif dalam uji coba tersebut. “Kami baru saja melakukan uji coba dengan lebih dari 100 mobil hanya untuk menguji sistem pada waktu lalu. Kami juga sudah mengangkut sekitar 40 ribu penumpang,” ujar Thanh kepada swa.co.id di Jakarta, Rabu (18/12/2024).
Menurut Thanh, perjalanan menghadirkan taksi listrik Xanh SM bukan tanpa tantangan. Sejak masa uji coba, perusahaan menghadapi berbagai kendala, mulai dari sistem operasional hingga kesiapan sumber daya manusia.
Karena armada ini masih terbilang baru dan sepenuhnya mengandalkan tenaga listrik, pelatihan intensif bagi pengemudi menjadi prioritas untuk memastikan layanan berjalan optimal.
Ke depan, Xanh SM semakin agresif dalam ekspansi. Setelah sukses beroperasi di Jakarta, perusahaan berencana meluncurkan armada taksi listrik di Bali pada 2025. Tak hanya itu, Xanh SM menargetkan 10 ribu unit taksi listrik beroperasi di Indonesia pada tahun yang sama, memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam mobilitas ramah lingkungan.
Untuk mendukung operasionalnya, Xanh SM juga mengembangkan infrastruktur pengisian daya. Perusahaan akan membangun stasiun pengisian ulang dan bermitra dengan V-Green, penyedia SPKLU yang masih terafiliasi dengan induk VinFast.
Dengan langkah ini, Xanh SM semakin siap menghadirkan ekosistem transportasi listrik yang lebih luas dan efisien di Indonesia.
Xanh SM meluncur pada 18 Desember 2024. Ini adalah perusahaan taksi listrik yang menyediakan layanan kepada penumpang, baik secara ritel maupun korporasi. Sebelumnya, perusahaan tersebut melakukan uji coba di Jakarta sejak 12 Desember hingga 17 Desember 2024 secara gratis.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Laws Studies (Celios), Nailul Huda berpendapat industri transportasi daring (online) masih terbilang cerah. “Ini menandakan pangsa pasar dari transportasi online itu masih cukup besar. Kedua, saya melihat ada dua pasar yang sama, tetapi memiliki model bisnis yang berbeda,” jelas Nailul kepada swa.co.id di acara diskusi Outlook Ekonomi Digital 2025 di Jakarta pada Kamis (19/12/2024).
Menurut Nailul, terdapat sejumlah pertimbangan dan alasan penumpang untuk menggunakan taksi konvensional dan online, yaitu harga, kecepatan, interval waktu pengemudi mengambil pesanan, dan kemudahan memesan secara manual.
Selain itu, Nailul juga melihat ada dua pasar konvensional dan online yang seharusnya hybrid. Potensi ini yang diambil Xanh SM untuk menggarap pangsa pasar tersebut. Namun, potensi persaingan dengan kompetitor lokal seperti Bluebird.
Nailul menambahkan, masuknya Xanh SM ke Indonesia dianggap sebagai tanda jenuhnya pasar transportasi online di Vietnam. Sementara itu, fitur Xanh SM yang mengutamakan tenaga listrik yang ramah lingkungan masih belum populer di Indonesia.“Bagaimana pun ketika ada pesaing itu masuk, entah dari lokal atau pun luar, pasti akan mengumpulkan pangsa pasarnya,” pungkas Nailul. (*)