Wulan Miulan: Momentum Tepat, Omset Melejit Rp1,4 Miliar!
Di dunia kerja yang didominasi laki-laki, Wulan Miulan tak gentar membangun kariernya. Sejak 2011, saat masih kuliah, ia sudah aktif berjualan kecil-kecilan di Facebook. Namun, langkah besarnya dimulai pada 2022, ketika ia kembali menekuni bisnis sebagai affiliate TikTok.
Produk pertama yang ia jual lewat TikTok adalah ASI Booster—berawal dari pengalamannya sendiri setelah melahirkan anak kedua. Tanpa disangka, kontennya viral hingga menarik perhatian pihak TikTok.
Dari sana, Wulan menemukan peluang baru: menjual produk ibu dan bayi. Momen itulah yang mengantarnya ke dunia live streaming dan membawa bisnisnya melejit.
Namun, kejayaan itu tak bertahan lama. Setahun kemudian, TikTok menghadapi regulasi ketat dari pemerintah Indonesia hingga akhirnya menutup layanan e-commerce pada 2023. Dampaknya langsung terasa—bisnis Wulan anjlok drastis.
Sebagai pemilik bisnis, Wulan tak hanya memikirkan dirinya sendiri, tapi juga nasib 100 karyawannya. Dengan berat hati, ia merelakan tabungan pribadinya untuk memberikan pesangon kepada mereka.
Sore itu menjadi momen terakhirnya berjualan di TikTok. Namun, ia tak larut dalam keterpurukan. Esok harinya, tanpa ragu, ia segera beralih ke Shopee, yang saat itu membuka peluang besar bagi live streaming.
"Alhamdulillah, sekarang saya udah punya 24 akun yang semuanya aktif live streaming dengan 90 host dan 10 konten kreator," ucapnya saat menjadi salah satu narasumber pada acara Ujung-Ujungnya Digital dari Lynk.id, Sabtu (1/2/2025).
Penjualan Meledak
Dalam live streaming, momentum yang tepat itu menghasilkan komisi melesat. Pada 2024, Wulan berhasil meraup omset besar melalui empat momentum: bulan Ramadan, usai lebaran Idulfitri, tahun ajaran baru anak sekolah dan hari kemerdekaan Indonesia. Dari momentum tersebut, Wulan meraih omset hingga Rp1,4 miliar.
"Aku mengamati bahwa perlu banget yang namanya spesifikasi market atau niche. Contohnya fashion muslim ada mukena anak, mukena dewasa, hijab. Lebih maksimal kalau dipisah seperti ini," ungkap Wulan.
Bagi Wulan, personal branding sangat penting. Meski berbisnis dengan berbagai akun, tetap harus konsisten memilki masing-masing host atau talent yang akan ditampilkan. Dengan begitu, tiap akun memiliki penanggung jawabnya.
Tak kalah pentingnya, ujar Wulan, tiap akun atau host harus mempunyai ciri khas, live streaming sambil berbahasa Jawa misalnya. Host juga harus memahami detail produk untuk ditawarkan kepada audiens. Bahkan saat 10 menit pertama live streaming, host perlu untuk melakukan gimmick dan urgensi dari pembelian produk agar audiens tertarik.
"Live shopping itu ibarat membuka toko di sebuah mal. Lalu biaya iklan yang dikeluarkan adalah biaya sewa untuk bikin toko di mall tersebut. Sekarang gak bisa, gak pakai iklan, akan susah," pungkas perempuan asal Semarang itu. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.