Ini Respons Linknet (LINK) Tentang Lonjakan Harga Saham

Ini Respons Linknet (LINK) Tentang Lonjakan Harga Saham
Suasana pemaparan publik atau public expose insidentil daring (online) PT Link Net Tbk atau Linknet (LINK) pada Senin (3/2/2025). Kiri Direktur Utama Linknet Kanishka Gayan Wickrama, Kanan Chief Sales & Marketing Officer Linknet, Ronald Chandra Lesmana. Tangkapan layar Nadia K. Putri/SWA

Manajemen PT Link Net Tbk (LINK) atau Linknet mengklarifikasi adanya peristiwa pergerakan saham tidak biasa pada 10 Januari 2025 hingga 23 Januari 2025. Menurut Chief Sales & Marketing Officer Linknet, Ronald Chandra Lesmana menegaskan hal tersebut terjadi karena adanya lonjakan volume perdagangan yang menyebabkan kenaikan harga yang telah lama stabil.

“Setelah kami investigasi dan analisis, murni disebabkan oleh dinamika pasar,” ujar Ronald dalam pemaparan publik insidentil daring Linknet pada Senin (3/2/2025). Ronald melanjutkan, manajemen Linknet tidak mengetahui aktivitas spesifik yang saat ini akan mempengaruhi volume LINK.

Secara year-to-date, Kenaikan itu terjadi pada 21 Januari hingga 23 Januari 2025. Pada 21 Januari 2025, harga LINK berada di posisi Rp1.485. Kemudian, bergerak naik ke Rp1.855 pada 22 Januari 2023, dan melesat hingga Rp2.310 pada 23 Januari 2025. LINK mencapai harga tertinggi di Rp2.500 pada 30 Januari 2025.

Per 3 Februari 2025, harga LINK dibuka di Rp2.480. Setelah reses, harga LINK pada bursa sesi kedua turun menjadi Rp2.380 pada pukul 14.43 WIB. Harganya turun 120 poin atau 4,8% dari harga pembukaan. Meskipun begitu, frekuensi transaksi LINK hari ini mencapai 62 kali dengan valuasi senilai Rp287,4 miliar dan volume sebanyak 115,9 ribu.

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengajukan permintaan penjelasan kepada LINK pada 24 Januari 2025. Permintaan itu terkait adanya volatilitas transaksi dalam saham LINK. Melansir dari laman keterbukaan informasi BEI pada tanggal tersebut, LINK tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat atau tiga bulan mendatang. Harga saham LINK melonjak sebesar 100,83% atau menjadi Rp2.430 pada awal tahun ini hingga 3 Februari 2025 (year to date). (*)

# Tag