DER-nya Rendah, SMIL Menjajaki Penggalangan Dana dari Pasar Modal
PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) pada jangka menengah-panjang menjajaki opsi menggalang dana dari pasar modal lantaran rasio utangnya cukup rendah dan berencana mengepakkan sayap bisnis. Rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) SMIL di bawah 1% sehingga memiliki ruang fiskal yang longgar untuk mencari sumber dana untuk ekspansi.
”Pasca penerbitan obligasi Rp300 miliar di Desember 2024, DER kami naik menjadi 0,6% dari sebelumnya 0,3%, DER perseroan yang rendah ini membuka opsi untuk menggalang dana dari penerbitan obligasi, rights issue atau private placement,” ujar Ridwan Syah, Head of Investor Relations Sarana Mitra Luas saat dijumpai di Cikarang, Jawa Barat, pada Senin (3/2/2025).
Kendati DER perseroan itu relatif rendah, manajemen SMIL pada jangka pendek ini belum berencana menerbitkan obligasi atau melakukan aksi korporasi seperti rights issue dan private placement. “Sebab, kami di Desember tahun lalu menerbitkan obligasi senilai Rp300 miliar. Mayoritas dana obligasi ini digunakan untuk membeli forklift listrik untuk menambah armada forklift SMIL,” tutur Ridwan.
Merujuk data PT Bursa Efek Indonesia (BEI), SMIL pada 11 Desember 2024 menerbitkan Obligasi I Sarana Mitra Luas Tahun 2024. Obligasi SMIL ini terdiri dari Obligasi I Sarana Mitra Luas Tahun 2024 Seri A (SMIL01A) senilai Rp147,1 miliar dengan tingkat bunga 7,35% per tahun dan tenor 3 tahun. Kemudian, Obligasi I Sarana Mitra Luas Tahun 2024 Seri B (SMIL01B) senilai Rp152,9 miliar dengan tingkat bunga 7,80% per tahun dan bertenor 5 tahun. Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo ) untuk Obligasi I Sarana Mitra Luas Tahun 2024 adalah idAAAcg (triple A, corporate guarantee) dengan wali amanat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
Adapun, emiten penyewaan forklift ini menggunakan 90% dari total dana obligasi Rp300 miliar itu untuk membeli forklift listrik dan baterainya. “Sekitar Rp175 miliar untuk membeli forklift listrik dan Rp100 miliar untuk membeli baterainya,” ucap Hadi Suhermin, Direktur Utama Sarana Mitra Luas.
SMIL berencana membeli forklift listrik sebanyak 1.000 unit. Nantinya, lanjut Hadi, jumlah total armada forklift SMIL bertambah menjadi 5.399 unit dari sebelumnya 4.399 unit. Armada ini kombinasi forklif listrik dan berbahan bakar fosil (solar). Adapun, forklift listrik yang saat ini tersedia di SMIL itu disewakan kepada konsumen dari berbagai perusahaan. “Trennya, perusahaan semakin meminati forklift listrik karena ramah lingkungan dan biaya operasional relatif rendah dibandingkan forklift berbahan bakar solar,” sebut Hadi. (*)