Platform Kerja Berbasis AI Kian Meningkatkan Produktivitas
Seiring dengan penerapan AI (kecerdasan buatan) di berbagai perusahaan, masa depan dunia kerja dinilai akan melesat didukung oleh teknologi seperti AI. Oleh karena itu, karyawan di era digital dituntut untuk beradaptasi tentang cara kerja yang lebih produktif dan kolaboratif.
Berdasarkan laporan Anatomy of Work Global Index 2023 yang dirilis Asana, para karyawan profesional menghabiskan hampir 60% dari waktu kerja mereka untuk melakukan aktivitas yang bersifat repetitif, menghadiri sejumlah rapat tidak penting, dan menggunakan terlalu banyak aplikasi. Sementara itu, pekerjaan yang sesungguhnya membutuhkan keahlian mereka hanya menghabiskan 33% dari waktu kerja mereka. Bahkan, pekerjaan yang bersifat strategis hanya menghabiskan 9% dari waktu kerja mereka sehari-hari.
Ketika aktivitas yang bersifat repetitif dan manual dikerjakan secara otomatis dengan memanfaatkan AI, para karyawan dapat lebih fokus pada aktivitas yang membutuhkan keahlian manusia, seperti menyajikan informasi, membina kolaborasi antar karyawan, dan mengambil keputusan.
Banyak perusahaan, termasuk Zoom, telah menciptakan perangkat berbasis AI yang dapat membantu karyawan untuk bekerja dengan lebih efisien. Simak beberapa perangkat dan fitur berikut ini untuk membantu karyawan mengoptimalkan efisiensi alur kerja dan membangun kolaborasi yang lebih bermakna.
Zoom Workplace adalah platform kerja berfokus AI dari Zoom, yang dirancang untuk membantu perusahaan mengatur kembali pembagian kerja tim dengan menyederhanakan alur komunikasi, meningkatkan engagement karyawan, mengoptimalkan waktu untuk interaksi tatap muka, dan meningkatkan produktivitas dalam seluruh aktivitas kerja yang bersifat fleksibel.
Zoom Workplace didukung oleh asisten virtual berbasis AI yaitu Zoom AI Companion, yang dapat diakses lewat fitur Ask AI Companion. Fitur Ask AI Companion dapat membantu pengguna untuk mengumpulkan, menyatukan, dan berbagi informasi yang berasal dari Zoom Workplace, seperti Zoom Meetings, Mail, Team Chat, Notes, Documents, dan lainnya.
Dengan AI Companion 2.0, kemampuan asisten virtual ini telah diperbarui. Selain menggunakan informasi dari dalam Zoom Workplace, AI Companion kini mampu menggunakan informasi dari email dan kalender Microsoft Outlook, Google, dan dokumen yang diunggah apabila dihubungkan. AI Companion juga dapat menggunakan informasi dari web untuk menyajikan informasi yang lebih lengkap bagi pengguna.
Selain itu, AI Companion 2.0 dapat membantu mengidentifikasi langkah selanjutnya dan menyelesaikan tugas. Dengan peluncuran Zoom Tasks di akhir tahun ini, AI Companion dapat membantu menyelesaikan lebih banyak tugas dengan menelusuri, memantau perkembangan penyelesaian tugas, dan bahkan membantu menyelesaikan tugas yang tampil dari seluruh platform Zoom Workplace.
“Di Zoom, kami tidak hanya merancang kembali pola berkomunikasi, tetapi juga transformasi pengalaman kerja secara utuh. Kami memiliki visi untuk menciptakan platform kerja yang mengutamakan AI untuk memudahkan interaksi antarmanusia dan mendorong kinerja tim untuk meraih lebih banyak pencapaian. Dengan AI Companion, kami membantu para pelanggan untuk memperbarui cara mereka bekerja. Lebih dari sekadar evolusi, Zoom merombak cara kita bekerja di era digital,” ujar Lucas Lu, Head of Asia, Zoom.
AI Companion 2.0 dikembangkan dengan pendekatan federasi Zoom untuk menghasilkan kualitas terbaik di seluruh platform Zoom. Pendekatan ini memungkinkan Zoom untuk menyediakan AI Companion tanpa biaya tambahan dengan layanan berbayar yang memenuhi syarat, sehingga setiap karyawan dalam perusahaan dapat memperoleh manfaat produktivitas dari AI Companion. (*)