Portofolio Hijau Bank Mandiri (BMRI) Capai Rp293 Triliun di 2024

null
Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi pada jumpa pers virtual di Jakarta,Rabu (5/2/2025). (Tangkapan layar : Sri Niken Handayani/SWA).

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) s memperkuat komitmennya terhadap prinsip keberlanjutan dengan mengedepankan aspek Environmental, Social, dan Governance (ESG). Sepanjang tahun 2024, portofolio berkelanjutan Bank Mandiri tercatat mencapai Rp293 triliun. Dari jumlah tersebut, Portofolio Hijau mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 15,2% mencapai Rp 149 triliun secara tahunan. Ini mencerminkan komitmen perseroan dalam mendukung pembiayaan berkelanjutan.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengungkapkan kontribusi pada sektor energi baru terbarukan (EBT), yang hingga akhir tahun 2024 telah mencapai Rp 11,8 triliun naik 21% dari 2023. Pembiayaan di sektor ini terus didorong melalui berbagai skema, termasuk Sustainability-Linked Loan dan Green Loan yang ditujukan untuk proyek-proyek berkelanjutan.

Bank Mandiri mengukuhkan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung inovasi produk berbasis ESG yang semakin relevan dengan tren global. "Ke depannya, kami akan terus memperkuat peran Bank Mandiri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui inovasi dan kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pihak. Kami optimis strategi jangka panjang yang telah kami terapkan akan memberikan dampak positif bagi ekonomi nasional secara keseluruhan," jelas Darmawan.

Selain itu, Bank Mandiri terus berupaya memperluas penetrasi pembiayaan berbasis keberlanjutan ke sektor-sektor strategis yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi. Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang yang lebih signifikan dalam memperkuat ketahanan ekonomi dan mempercepat peralihan ke ekonomi hijau di Indonesia.

Tidak hanya dalam sektor pembiayaan, Bank Mandiri juga memperluas inisiatif ESG di seluruh rantai nilai bisnisnya, termasuk dalam penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), peningkatan efisiensi energi di kantor-kantor cabang, serta edukasi keuangan bagi masyarakat luas. Dengan berbagai upaya ini, Bank Mandiri optimis dapat menjadi salah satu bank yang memimpin transisi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan di Indonesia.

Adapun upaya pengurangan jejak karbon, Bank Mandiri secara aktif mengurangi jejak karbon melalui berbagai inisiatif strategis. Pihaknya menargetkan mencapai net zero emission pada operasional di tahun 2030. Pada 2024, BMRI telah mengurangi emisi sebesar 33% dibandingkan 2019.

Inisiatif ini didorong oleh penggunaan kendaraan listrik, pengembangan gedung hijau, dan instalasi panel surya "Ini merupakan wujud nyata kontribusi kami dalam mitigasi perubahan iklim dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar," ungkapnya. Harga saham BMRI pada penutupan perdagangan hari ini masih terkoreksi 2,64% atau menjadi Rp5.525 dari perdagangan sebelumnya. (*)

# Tag