Foto Bisnis SWA: Melihat Proses Cetak Material Kayu Ramah Lingkungan Plana
Startup lokal yang bergerak di bidang pengolahan dan daur ulang menjadi material baru asal Tangerang, Banten, Plana (PT Peduli Alam Nusantara) berencana akan masuk katalog daring atau e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah pada akhir Februari 2025.
Upaya ini didorong oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin), sebagai mitra strategis B2G startup tersebut. Himbauan tersebut bertujuan untuk mempermudah Plana berkontribusi dalam proyek atau tender, dan mempercepat adopsi material yang diproduksi startup tersebut.
“TKDN sedang dihitung,” ujar Co-Founder dan Chief of Sustainability & Relation Officer Plana, Joshua Christopher Chandra, kepada swa.co.id di Tangerang, Banten, pada Rabu (5/2/2025).
Selama ini, Plana memproduksi bahan bangunan dengan mengolah sampah plastik dan sekam padi menjadi PlanaWood dan PlanaBrick. Kedua bahan bangunan tersebut diklaim sustainable dan awet.
Sumber sekam padi dan plastik didapatkan dari petani dan pengepul lokal. Sekam padi besrta cacahan sampah plastik tersebut diolah dalam mesin mixing. Kemudian, diolah menjadi pelet atau komposit dalam mesin pelletizing. Komposit yang merupakan campuran dari kedua bahan tersebut diolah pada tahap extrusion, yaitu proses pencetakan material komposit menjadi potongan kayu. Proses pencetakan tersebut memakan waktu dua jam.
Material bahan bangunan tersebut nantinya akan dijual ke konsumen ritel melalui online marketplace. Plana juga bermitra secara korporasi (B2B) dan pemerintah (B2G). Tahun ini, Plana akan melakukan pameran material bangunan di World Expo 2025 di Jepang. Plana juga akan melakukan ekspor produksi material bahan bangunannya ke Singapura dan Korea Selatan.“Sekarang kami dalam tahap pengetesan produk di Korea Selatan. Semoga kami punya proyek di sana,” tambah Joshua. (*)