Isah Menabung Recehan, 85.000 Keping Koin Untuk Membeli Truk Isuzu

null
Uang koin di Diler TMS Palangkaraya (foto : PT Isuzu Astra Motor Indonesia)

Transaksi unik di Diler TMS Isuzu Palangkaraya bukan sekadar cerita tentang pembelian truk dengan uang koin, tetapi simbol perjuangan ekonomi mikro yang berhasil "naik kelas" melalui kerja keras dan dukungan produk berkualitas. Isah, penjual pentol dan gorengan, membuktikan bahwa akumulasi tabungan kecil selama lima tahun mampu menjelma menjadi aset strategis untuk mengembangkan usaha. Kisah ini juga menegaskan posisi Isuzu sebagai Real Partner, Real Journey yang tidak hanya menjual kendaraan, tetapi turut membangun ekosistem bisnis UMKM di Indonesia.

Isah mengumpulkan uang koin dari hasil penjualan makanan kecilnya selama lima tahun, menyimpannya dalam karung dan galon bekas. Total Rp150 juta yang terkumpul tidak hanya merepresentasikan ketekunan, tetapi juga visi untuk memperluas distribusi usahanya. Menurutnya, truk Isuzu ELF NMR dipilih karena kemampuannya mengangkut barang dalam volume besar dengan biaya operasional rendah, faktor krusial bagi UMKM yang ingin efisien.

Kepala Cabang TMS Isuzu Palangkaraya, Ariful Askar, mengaku ini pertama kalinya diler tersebut menghadapi transaksi dengan uang koin dalam jumlah masif. Seluruh staf dikerahkan selama dua hari satu malam untuk menghitung dan memverifikasi 85.000 keping koin. "Ini adalah kepercayaan besar dari konsumen. Kami berkomitmen memberikan layanan terbaik, bahkan dalam kondisi tak biasa," ujarnya dalam siaran resmi di Palangkaraya. Jumat (7/2/2025)

Truk Isuzu ELF NMR menjadi pilihan Isah karena reputasinya sebagai kendaraan tangguh dengan konsumsi bahan bakar irit. Fitur ini selaras dengan kebutuhan UMKM yang mengutamakan biaya operasional rendah. Seperti diungkapkan konsumen lain, Isuzu telah lama dikenal dengan teknologi mesin yang dirancang untuk irit bahan bakar, menjadikannya solusi mobilitas berkelanjutan.

Kisah Isah muncul di tengah perayaan 50 tahun Isuzu di Indonesia. Sejak 1974, Isuzu konsisten fokus pada kendaraan komersial, dengan produk seperti Panther, Elf, dan Traga yang menjadi tulang punggung bisnis banyak pelaku usaha. Presiden Direktur IAMI, Yusak Kristian Solaeman, menyebutkan pangsa pasar Isuzu sebesar 30,6% di segmen kendaraan niaga pada 2024 itu mencerminkan kepercayaan konsumen yang terus bertumbuh.

Isah berencana meningkatkan kapasitas distribusi usahanya, berpotensi membuka lapangan kerja baru. Selain itu, komitmen Isuzu terhadap keberlanjutan—seperti penanaman 50 pohon trembesi di Jakarta Utara—memperkuat posisinya sebagai perusahaan yang peduli pada lingkungan dan masyarakat 512.

Kisah Isah bukan hanya tentang keunikan transaksi, tetapi tentang bagaimana kolaborasi antara ketekinan UMKM dan dukungan merek terpercaya dapat menciptakan kesuksesan bersama. Isuzu, melalui slogan Real Partner, Real Journey, membuktikan bahwa loyalitas konsumen dibangun dari konsistensi menghadirkan solusi nyata—bukan hanya produk, tetapi juga kemitraan yang berkelanjutan. (*)

# Tag