Mandiri Investment Forum Dirancang Untuk Mengakselerasi Investasi di Indonesia

null
Mandiri Investment Forum (MIF) 2025

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) kembali menggelar Mandiri Investment Forum (MIF) 2025 ke-14 kalinya. Bekolaborasi dengan Mandiri Sekuritas dan dukungan Kementerian Investasi dan Hilirisasi (BKPM), acara ini mengangkat tema Nourishing Future Growth.

Dengan rangkaian acara yang berlangsung hingga 14 Februari 2025, MIF 2025 diharapkan menjadi katalisator bagi akselerasi investasi di Indonesia. Selain Macro Day, forum ini juga menghadirkan sesi Investment Day dan Corporate Day, yang akan mempertemukan investor dengan perusahaan-perusahaan Indonesia melalui diskusi dan pertemuan bisnis.

Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, menyampaikan pentingnya peran sektor perbankan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. "Bank Mandiri terus berkomitmen untuk mendukung investasi di sektor-sektor strategis seperti pertanian, energi, telekomunikasi, serta industri makanan dan minuman di seluruh wilayah potensial Indonesia," ujarnya di Jakarta, Selasa (11/2/2025).

Menurutnya, MIF merupakan ajang untuk mendiskusikan lebih lanjut langkah strategis di tengah berbagai ketidakpastian ekonomi global, seperti perlambatan pertumbuhan di negara maju, ketegangan geopolitik, serta perubahan kebijakan moneter di berbagai negara. Oleh karena itu, diskusi dalam forum ini akan menitikberatkan pada berbagai aspek ekonomi makro, termasuk stabilitas moneter, investasi sektor riil, dan kebijakan fiskal yang mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Adapun acara ini dihadiri lebih dari 22.000 peserta, termasuk 700 lebih investor asing dari berbagai negara. Dia menjelaskan forum ini menjadi ajang diskusi strategis yang menghadirkan pembuat kebijakan, pakar global, serta pelaku industri untuk menggali potensi investasi di Indonesia.

Tahun ini, selain sesi Macro Day, dalam MIF 2025 menggelar Business Matching Energizing Private Sectors, yang mempertemukan investor dengan korporasi besar Indonesia di sektor energi, manufaktur, dan hilirisasi mineral. Bank Mandiri menargetkan percepatan investasi di lima sektor utama yang selaras dengan prioritas pemerintah, yaitu mineral mining & downstreaming, minyak & gas, manufaktur, energi terbarukan serta konstruksi dan infrastruktur dari 44 perusahaan dalam negeri dan luar negeri.

Adapun, PT Mandiri Sekuritas juga menyelenggarakan Site Visit atau kunjungan para investor ke perusahaan serta lokasi pusat dapur umum MBG (Makan Bergizi Gratis) dan perumahan murah, serta Corporate Day yang mempertemukan perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan para calon investor dalam format one-on-one atau small group meetings.

Kedua agenda ini, berhasil menghadirkan 400 investor dengan sebanyak 40% di antaranya merupakan investor asing dari berbagai negara seperti Hong Kong, Singapura, Malaysia, Thailand, Amerika Serikat (AS), Inggris Raya, Jerman, Norwegia, Uni Emirat Arab dan Australia. Adapun, total dana kelolaan para investor yang hadir pada MIF 2025 ini mencapai US$18,65 triliun, jauh lebih tinggi dari dana dana kelolaan investor pada MIF tahun lalu sebesar US$14 triliun.

"Kami mengajak para investor untuk menangkap peluang investasi di Indonesia, yang semakin menjanjikan dengan adanya berbagai reformasi kebijakan ekonomi. Kami optimis melalui MIF 2025, kita dapat memperkuat sinergi antara sektor keuangan, dunia usaha, dan pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tutur Darmawan. (*)

# Tag