Lippo Karawaci (LPKR) Menargetkan Pendapatan Pra Penjualan Rp6,25 Triliun di 2025

null
Produk rumah tapak jadi pendorong utama pra penjualan Lippo Karwaci. (Foto: LPKR)

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), perusahaan real estat dan layanan kesehatan di Indonesia, membukukan pendapatan pra penjualan sebesar Rp6,01 triliun pada tahun 2024, naik 17% jika dibandingkan pendapatan pra penjualan di 2023. Raihan LPKR di tahun itu melebihi target sebesar 112%. Hal ini mencerminkan permintaan pasar yang terus tumbuh terhadap produk properti residensial dan komersial. LPKR di 2025 ini membidik pendapatan pra penjualan senilai Rp6,25 triliun atau berpotensi tumbuh sebesar 16% dari realisasi di 2024.

John Riady, CEO Grup Lippo, menyampaikan perseroan berkomitmen untuk terus memperluas portofolio dan mendorong inovasi untuk memenuhi kebutuhan pembeli rumah pertama dengan meluncurkan produk perumahan yang terjangkau di Park Serpong dan Lippo Cikarang Cosmopolis.

"Peluncuran proyek-proyek baru di mendatang itu memacu kami tetap yakin terhadap kemampuan perseroan untuk mencatatkan kinerja yang kuat di masa depan,” ucap John dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (12/2/2025) Pertumbuhan ini akan didorong oleh pembangunan proyek residensial dan komersial baru di Lippo Karawaci, Lippo Cikarang, serta wilayah lainnya dalam landbank perusahaan.

Adapun, penjualan residensial LPKR di tahun lalu itu tetap menjadi pendorong utama kinerja perseroan dengan kontribusi sebesar 64% terhadap total pendapatan pra penjualan.

Kinerja ini didorong oleh permintaan yang terus berlanjut untuk produk rumah tapak yang diluncurkan pada tahun sebelumnya, seperti Cendana Homes, XYZ Livin, dan Waterfront Uptown. Selain itu, peluncuran produk baru seperti seri Zen, Cendana Suites, dan seri Blackslate di Park Serpong, serta XQ Livin di Lippo Cikarang Cosmopolis, turut memberikan kontribusi signifikan.

Lippo Karawaci juga telah memulai serah terima tahap pertama proyek Park Serpong pada November 2024, menunjukkan komitmen perusahaan untuk menyelesaikan proyek tepat waktu dengan penyelesaian lebih cepat dari jadwal dalam waktu kurang dari 18 bulan.

Pada 2024, total penjualan Lippo Karawaci tercatat Rp4,3 triliun. Penjualan residensial menjadi penyumbang terbesar dengan Rp2,99 triliun, diikuti dengan penjualan kavling tanah sebesar Rp491 miliar, dan produk komersial yang mencapai Rp494 miliar. Selain itu, penjualan kavling pemakaman di San Diego Hills turut menyumbang Rp202 miliar terhadap total pendapatan pra penjualan.

Anak usaha LPKR, PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK), mencatatkan pendapatan pra penjualan sebesar Rp1,64 triliun dengan kontribusi produk residensial sebesar 51%, produk komersial 22%, dan produk industri 27%. Harga saham LPKR pada perdagangan 11 Februari 2025 naik sebesar 2,3% atau menjadi Rp89 dari hari sebelumnya. Sedangkan, harga saham LPCK tumbuh 3,67%, menjadi Rp565. (*)

# Tag