Pupuk Kaltim Tujuh Kali Raih Penghargaan Platinum ASSRAT
Sebagai pelopor transformasi hijau di industri pupuk dan petrokimia, PT Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) berkomitmen mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam operasional bisnis, sejalan dengan upaya pemerintah mewujudkan Net Zero Emission (NZE) tahun 2060. Secara lebih terstruktur, pendekatan ini diperkuat dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai landasan fundamental dalam seluruh kegiatan bisnis.
Prinsip berkelanjutan ini telah menjadi way of life dalam operasional bisnis Pupuk Kaltim. Karena itu, dibentuk tim khusus untuk mengelola berbagai inisiatif yang dilakukan sebagai upaya mengatasi emisi dan perubahan iklim.
Dalam kegiatan operasional sehari-hari, Pupuk Kaltim konsisten menerapkan beragam inovasi untuk memastikan keberlanjutan, mulai dari efisiensi produksi, pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat, hingga pelestarian lingkungan. Program-program ini tidak hanya mendukung keberlanjutan operasional, tapi juga meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Pupuk Kaltim telah menerbitkan Laporan Berkelanjutan sejak 2017. Tujuannya, memperkuat komitmennya terhadap penerapan ESG dan menunjukkan langkah yang telah diambilnya untuk mendorong keberlanjutan masa depan.
Menurut Budi Wahju Soesilo, Direktur Utama Pupuk Kaltim, pihaknya telah menjalankan beragam inisiatif sebagai bentuk penerapan prinsip ESG, baik melalui aksi korporasi maupun inisiatif karyawan untuk pemberdayaan masyarakat melalui Employee Volunteering Initiation (Evolution). Hingga saat ini, karyawan Pupuk Kaltim yang tergabung dalam Evolution telah mencapai 1.880 orang.

Lebih lanjut, program Pupuk Kaltim dapat diklasifikasikan berdasarkan aspek 3P: People, Profit, dan Planet. Untuk, aspek People, Pupuk Kaltim berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program. Antara lain, Program Mari Kita Majukan Usaha Rakyat (MAKMUR) dan Agrosolution, yang bertujuan meningkatkan produktivitas serta pendapatan petani melalui pendampingan dan ekosistem pertanian terpadu.
Ada juga program Pertanian Kompos Terpadu untuk Babadan Inovatif dan Sejahtera (PKT BISA); Operator Development Program; dan pemberdayaan UMKM dalam setiap kegiatan Pupuk Kaltim, bekerjasama dengan platform Borneo Online Store. Sepanjang 2024, kegiatan ini telah berkontribusi sebesar Rp1,6 miliar pada perputaran ekonomi UMKM.
Lalu aspek Planet, Pupuk Kaltim telah menjalankan berbagai program berfokus pada dekarbonisasi yang telah dicanangkan dalam dua etape. Etape pertama mencakup inisiatif ekonomi sirkular dan strategi offset karbon melalui penanaman hutan komunitas (community forest) serta inisiatif untuk pengurangan konsumsi energi melalui pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Selain itu, Pupuk Kaltim juga fokus pada diversifikasi usaha produk ramah lingkungan melalui pembangunan pabrik soda ash; pengembangan teknologi energi terbarukan, seperti clean ammonia; pengoptimalan amonium nitrat dan teknologi untuk memenuhi roadmap pertumbuhan jangka panjang Pupuk Kaltim 40 tahun ke depan; yang mencakup hilirisasi petrokimia berbasis energi terbarukan dan edukasi Konservasi Terumbu Karang (Aksi Terang).
Untuk aspek Profit, Pupuk Kaltim sebagai anak perusahaan BUMN berupaya menyelaraskan antara profit dan kontribusi positif bagi masyarakat serta lingkungan.
“Inovasi Pupuk Kaltim selalu mengedepankan penerapan prinsip ESG dalam menciptakan setiap terobosan guna memastikan bisnis berkelanjutan. Hal ini meliputi hutan komunitas, revamping pabrik untuk efisiensi energi, pembangunan pabrik Kaltim Amonium Nitrat (KAN), pengembangan teknologi clean ammonia, pengembangan soda ash, penggunaan PLTS, penggunaan sepeda dan motor listrik untuk operasional perusahaan, serta pemberdayaan masyarakat dan konservasi lingkungan,” Budi menjelaskan.
Berbagai langkah yang dilakukan tersebut membuahkan hasil memuaskan. Menurut Budi, pihaknya mendapat pengakuan di tingkat nasional dan internasional. Bahkan, sudah tujuh tahun berturut-turut mendapat penghargaan Platinum dalam Asia Sustainability Reporting Rating (ASSRAT) hingga tahun 2024.
Di samping itu, Pupuk Kaltim pun berhasil mencatat pencapaian di atas standar Global Reporting Initiative untuk pengungkapan penuh penggunaan energi dan emisi rumah kaca (Greenhouse Gases) yang dihasilkan. Penghargaan ini menjadi bukti konkret bahwa upaya yang dilakukan berdampak pada kegiatan operasional bisnis dan selaras dengan penerapan prinsip ESG.
Sebagai bentuk validasi atas penerapan prinsip ESG, Pupuk Kaltim secara berkala telah mengikuti ESG Risk Rating Assessment yang dilakukan pihak independen berskala internasional dari Sustainalytics. Berdasarkan data 23 Mei 2024, Pupuk Kaltim telah meraih skor ESG Risk Rating 21,9. Ke depan, perusahaan akan terus berkomitmen mengembangkan teknologi dan inovasi terbaik untuk bisa memaksimalkan penerapan ESG.
Ke depan, Pupuk Kaltim siap menghadapi tantangan. Perseroan percaya bahwa setiap inovasi ataupun terobosan baru pasti memiliki tantangannya tersendiri. Namun, dengan persiapan matang, kolaborasi, serta kerja keras, Pupuk Kaltim dapat mengembangkan kompetensi dan pemanfaatan teknologi untuk memastikan aspek keberlanjutan dalam setiap lini bisnis. (*)