Arsjad Rasjid Berharap Percepatan Ekonomi Indonesia Dimulai dari Kolaborasi di IES 2025
Indonesia sebagai salah satu pusat perekonomian terbesar di kawasan Asia Tenggara, menurut pengusaha sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid, RI berada digaris terdepan untuk mendorong sinergi lintas sektor, investasi strategis dan adopsi teknologi inovatif.
"Atas dasar itulah untuk mendorong kolaborasi antara pelaku bisnis nasional, internasional dan pengambil kebijakan serta memosisikan Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan, Indonesia Business Council (IBC) akan menggelar forum tingkat internasional yang dinamakan Indonesia Economic Summit 2025," ujar Ketua Dewan Pengawas IBC Arsjad Rasjid, dikutip Kamis, (13/2/2025).
Arsjad menyebutkanIndonesia Economic Summit (IES) 2025 akan digelar di Hotel Shangri-La, Jakarta, pada 18 sampai 19 Februari 2025. IES ini bertemakanThe New Era of High Growth and Prosperity dan dirancang sebagai wadah bagi pelaku usaha dan pembuat kebijakan untuk membahas strategi konkret dalam menavigasi tantangan global seperti investasi, manufaktur, energi berkelanjutan, talenta, inovasi dan keuangan.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia membutuhkan kemitraan yang erat lintas sektor. Keselarasan kebijakan publik, swasta dan masyarakat menjadi kunci tercapainya pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan,” ungkap Arsjad. Menurutnya, IES 2025 dapat menjadi wadah untuk merumuskan dan mempercepat implementasi kebijakan yang pro-investasi dan pro-pertumbuhan ekonomi.
Rangkaian forum IES 2025 akan menghadirkan pemimpin bisnis, pengambil kebijakan dan pemikir global sebagai pembicara yang akan membahas strategi-strategi pertumbuhan yang efektif ditengah dinamika situasi geopolitik saat ini. Adapun di antara para tokoh yang diagendakan hadir antara lain: co-founder Air Asia, Tony Fernandes; CEO and Co-founder Silicon Box, Byung Joon Han serta Co-Founder dan CEO Paragon Group, Harman Subakat.
Selain itu diagendakan akan hadir pula Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, mantan Wakil Presiden, Boediono, Founder Arsari Group, Hashim Djojohadikusumo, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan P Roeslani, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Mari Elka Pangestu, dan Ketua umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie.
Sementara itu, Chief Operation Officer IBC, William Sabandar, mengatakan IES 2025 menyuguhkan program-program yang akan membahas berbagai topik penting. Diantara topik penting tersebut meliputi industrialisasi, kebijakan fiskal dan moneter, investasi, ketahanan pangan, transisi energi, diversifikasi perdagangan dan pengembangan talenta manusia.
Selain itu, akan ada beberapa sesi round table untuk mempertemukan para pemimpin bisnis dan mitra strategis guna mendiskusikan kolaborasi bisnis dan investasi di Indonesia. "IES akan diselenggarakan setiap tahun untuk mendorong kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah. Penyelenggaraan IES yang pertama secara khusus akan memberikan pandangan mendalam mengenai kebijakan ekonomi pemerintah Indonesia yang baru,” jelas William.
Selain itu, hingga saat ini 100 pembicara nasional dan internasional telah mengkonfirmasi kehadirannya di IES 2025. Pembicara tersebut berasal dari Indonesia, China, Amerika Serikat, Belanda, Singapura, Arab Saudi, Australia, Korea Selatan, Perancis, India, Jepang, Malaysia, Vietnam, dan Inggris. Lebih dari 1.000 pemimpin bisnis akan berpartisipasi di IES 2025.
Forum ini juga terbuka untuk asosiasi perdagangan dan industri, perwakilan pemerintah asing, serta pemangku kepentingan lainnya. Selain program utama, peserta juga dapat memanfaatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para pemimpin bisnis dan pejabat tinggi pemerintah. (*)